"Kita sih mendukung Bank Indonesia (BI) saja. Ya jangan langsung tinggi lah nanti semuanya jadi kaget. Step by step lah, misalnya dari 10 persen harga kendaraan menjadi 15 persen. Jangan langsung 20 persen itu berat juga," ujar Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, Dyonisius Beti, disela-sela buka puasa bersama media, di Jakarta, Selasa (9/8/2011).
Namun Dyonisius Beti pun mengakui kenaikan ini bisa mempengaruhi penjualan kendaraan roda dua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dyonius pun mengatakan tidak masalah bila market share Yamaha tidak menjadi nomor 1.Β "Bukan market share yang menjadi tujuan kami, karena kami melihat kedepannya atau long termnya. Yang menjadi tujuan kami itu hati konsumen, sehingga yang membeli kendaraan yamaha itu yang benar-benar mengerti Yamaha," ujarnya.
"Dan contohnya, DP untuk memiliki Yamaha memang lumayan tinggi berbeda dengan yang lain, namun hasil yang didapat pasti," tambahnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!