Namun pertanyaan tentang keraguan teknologi itupun mencuat. Komunitas pengguna motor Yamaha pun sempat menanyakan apakah ada komponen fuel injeksi bakal habis di makan usia.
Assistant General Manager Technical Support PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), Muhammad Abidin mengatakan komponen pada teknologi fuel injeksi jarang mengalami kerusakan. Komponen teknologi fuel injeki tergolong awet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi injeksi ini digadang-gadang sebagai sistem teknologi mutakhir untuk menggusur sistem karburator yang terkenal boros.
Teknologi itu ternyata cukup efektif, selain dapat menghemat bahan bakar karena Injector menyuplai bahan bakar k emesin berdasarkan kebutuhan mesin.
Saat ini FI yang digunakan pada motor Yamaha V-Xion adalah standar uero 2. Pihak Yamaha bisa saja menaikan hingga standar uero 3, namun BPLHD membuat peraturan motor di Indonesia harus standar uero 2, jadi dinilai mubazir jika harus meng-upgrade ke ueor 3.
"Mengapa tidak uero 3? karena di BPLHD juga uero 2, jadi kalau menggunakan sensor di atasnya mubazir. Jadi memang harus dipahaim. Dari kondisi sekarang pun motor kami mampu," tandasnya.
Di samping itu PR PT YMKI Indra Dwi Sunda mengatakan jika ada penambahan komponen untuk membuat Yamaha V-xion lebih baik maka akan membuat satu unit motor V-xion bertambah mahal.
"Jika ada penambahan komponen, akan di bebankan ke konsumen," ucap Indra.
"Kalau mau tahu satu bonggol knalpot itu dengan komponen katalik converter itu mahal dan ada 3 elemen. Satu bonggol itu costnya Rp 1 juta. Cost knalpot cukup mahal," lanjut Abidin.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun