Airbrush vs Water Decal, Mana yang Lebih Baik Untuk Repaint Helm?

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Kamis, 05 Agu 2021 13:49 WIB
Proses pengerjaan repaint helm
Proses pengerjaan repaint helm yang dilakukan oleh RJ Paintwork Foto: Istimewa/RJ Paintwork
Jakarta -

Tren modifikasi repaint helm sudah sejak lama di Indonesia. Saat ini, tercatat ada dua metode repaint yang umum dilakukan yaitu Airbrush dan Water Decal. Mana yang lebih baik?

Menurut pemilik dari Rukun Jaya Paintwork (RJ Paintwork) bengkel airbrush helm asal Kota Pati, Jawa Tengah, metode airbrush dipilih mereka karena dianggap dapat lebih 'keluar' warnanya.

"Kalau menurut saya sih, airbrush ini lebih menantang. Menurut saya warnanya lebih akurat dan menyala," ujar Mohammad Nur Fajri pemilik RJ Paintwork kepada detikOto.

Metode airbrush yang RJ Paintwork lakukan cenderung melewati tahapan yang panjang untuk hasil yang maksimal.

"Proses awalnya kita bongkar semua part helmya, setelah itu kita amplas sampai halus dan kita dasari dengan cat epoxy," papar Fajri.

"Selanjut kita amplas lagi untuk hasil yang lebih halus lagi, dan barulah kita mulai pengerjaan grafis yang diinginkan konsumen," papar Fajri.

"Setelah itu, semua tahap pengecatan kita lakukan dengan cat dan airbrush. Setelah selesai kita masuk ke proses clear coat sebanyak 3-4 lapis tipis dan bertahap lalu kita keringkan selama 12 jam, kemudian kita amplas lagi untuk meratakan permukaan clear coat," lanjutnya menjelaskan tahapan yang RJ Paintwork lakukan.

"Terakhir kita clear coat lagi 2-3 lapis untuk hasil akhir. Setelah selesai semua kita juga melakukan pemolesan untuk hasil akhir yang maksimal," tutupnya.

[Gambas:Instagram]

RJ Paintwork sendiri menggunakan cat jenis Nitro Cellulose (NC) dan juga Poly Urethane (PU) untuk proses pengerjaan helm di bengkel mereka.

"Untuk clear coat kita pake dua jenis, yang biasa atau MS merk Autoglow, Belkote dan Hartwell. Yang premium atau HS pakai merk Hartwell dan Sikken," ujar Fajri.

Sedangkan water decal cenderung lebih sederhana secara pengerjaan dan umum digunakan oleh industri yang lebih masif.

"Water decal ini standar pabrikan. Semua pabrikan helm massal itu pakai water decal. Untuk meluncur ke pasar, water decal itu lebih massal. Jadi bisa dikerjain banyak helm. Kalau airbrush kerjainnya kan satu-satu, lebih lama," kata Budi dari Fhabian Motoshop kepada detikOto.

Budi juga menyebut, banyak yang menanyakan soal kekuatan water decal. Dia menegaskan, hal itu tergantung pemakaian empunya helm.

"Jangankan kita yang custom, yang dari pabrikan pun bisa beda-beda lagi sesuai pemakaiannya. Kembali lagi ke pemakaian, ada yang dua tahun lebih masih glossy. Ada juga yang baru beberapa bulan udah luntur," kata Budi.

[Gambas:Instagram]


Harga Airbrush vs Water Decal

Untuk urusan harga, modifikasi airbrush helm di RJ Paintwork ini mulai dari Rp 900 ribu dan pengerjaan bisa memakan waktu satu sampai dua pekan.

Sedangkat water decal, Fhabian Motoshop yang bermarkas di Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat, mematok jasa repaint pakai water decal dengan harga Rp 800 ribu per helm dan lama pengerjaannya 4-7 hari.



Simak Video "Helm Berbahan Popok Bayi Sidoarjo"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/din)