Modifikator Bertangan Dingin dari Pulau Dewata

Modifikator Bertangan Dingin dari Pulau Dewata

- detikOto
Rabu, 09 Mar 2011 10:33 WIB
Modifikator Bertangan Dingin dari Pulau Dewata
Denpasar - Bali pernah dianggap remeh dalam dunia modifikasi motor. Lambat laun, anggapan itu sirna. Kini, Bali sangat identik dengan gudangnya para modifikator dan segala karyanya.

Dari sekian banyak modifikator, ada sosok Rian Cahyadi, yang sangat gemar berbagi ilmu kepada modifikator muda di Pulau Dewata.

"Saya sangat senang berbagi ilmu dengan modifikator sepeda motor di Bali. Saya sebisa mungkin membantu mencarikan pernak-pernik buat teman yang sedang mengerjakan proyek modifikasi sepeda motor," ujar Rian kepada detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rian, merupakan salah satu nama modifikator yang sangat disegani di Bali. Ia menjadi panutan para pemula dan sahabatnya sesama pegiat modifikasi roda dua. Bahkan, namanya begitu terkenal di kalangan modifikator di tanah air.

Berbagai prestasi ajang modifikasi ia raih, baik tingkat region maupun nasional. Di tahun 2010, ia meraih penghargaan juara I X-Treme Cuzzto Matic 3. Modifikasinya tersebut diadu kembali di tingkat region dengan meraih Best Region Cuzzto Matic 3.

Modifikasinya itu terpilih sebagai yang terbaik saat diadu ke Jakarta dengan meraih predikat The Best Cuzzto Matic 3. "Lumayan, saya mendapat hadiah dua sepeda motor matik Mio dan Xeon," ujar saat berbincang dengan detikcom di show roomnya di Jl Hasanudin, Denpasar.

Prestasi sebagai modifikator ia raih dengan waktu yang panjang dan penuh perjuangan. Rian mulai belajar memodifikasi sepeda motor sejak tahun 1997. Saat itu, variasi untuk modifikasi masih sangat sulit. Sejak tahun 1998, ia mulai mudah mendapatkan variasi, baik kualitas lokal maupun luar negeri. "Saya memodifikasi dari bahan spare part saja karena belum ada variasi," kata Rian yang kini memiliki toko khusus variasi.

Bahkan, untuk menyalurkan hobinya tersebut, pria kelahiran Maret 1978 ini memilih berhenti kuliahnya di salah satu perguruan tinggi swasta di Denpasar.

"Saya hanya kuliah selama dua bulan. Males kuliah hanya menghamburkan uang. Teman-teman saya banyak yang kuliah ke luar negeri juga banyak yang akhirnya bekerja seperti saya," kata Rian yang hobi menonton film ini.

Pilihannya tersebut kini membuahkan hasil. Dengan kegigihannya menjadi modifikator, ia memiliki beberapa show room variasi di Denpasar yang terkenal dengan nama Aboben Variasi. Bahkan, ia melayani penggila modifikasi secara online. Konsumennya banyak ada di kawasan Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

Ia pun memiliki bengkel kerja yang khusus melayani penggila modifikasi sepeda motor. Dengan sarat pengalaman dan prestasi, ia sangat dipercaya para penggila modifikasi untuk menggarap sepeda motornya.

Ia hanya bertugas membuat rancangan serta memantau penggarapan modifikasi. Semua dikerjakan staf yang masing-masing memiliki keahlian.

Kesuksesan sebagai jawaran kontes dan memiliki usaha yang maju tak membuat Rian puas. Ia memendam hasrat untuk menancapkan Bali sebagai gudangnya modifikator sepeda motor handal. "Dulu Bali dianggap tak berkualitas oleh daerah lain," katanya.

Ia pun mencoba membuat event khusus bagi modifikator Bali. Event tersebut digagas untuk mewujudkan impiannya, yaitu Bali sebagai gudang modifikator yang handal. Event tersebut bertajuk 'Bali One Heart Modification Contest'.

Event yang digagas sejak tahun 2008 bertujuan merangkul semua komunitas motor di Bali. "Klub modifikasi motor di Bali sangat banyak. Saya ingin semua kumpul, kompak dan benar-benar menjadi satu hati atau One Heart," katanya.

Pesertanya pun membludak. Menurut Rian, hal itu terjadi karena Bali memiliki banyak modifikator motor. Bahkan, lebih heboh dibandingkan dengan daerah lain. Pada tahun pertama pesertanya mencapai 250 orang. Kemudian membludak di tahun 2009 menjadi 450 orang. Di tahun 2010, ia harus menyeleksi ratusan modifikasi sepeda motor untuk membatasi peserta.

Usahanya itu membuahkan hasil. Bali kini memiliki banyak bibit yang handal. Bahkan, peserta dan teman-temannya sudah memiliki bengkel modifikasi. "Saya merasa bangga jika muncul banyak modifikator motor di Bali. Ini pertanda bahwa Bali sangat kaya dengan karya modifikasi. Saya bangga dengan kesuksesan teman-teman di Bali. Makin banyak modifikator berarti Bali makin maju," kata Rian yang telah memiliki satu orang anak.

Kebanggaan lain yang ia rasakan adalah, kalimat "One Heart" pada kontes modifikasinya kini menjadi tagline pabrikan motor Honda.

Namun ia tak jumawa. Rian tak lantas mengklaim tagline One Heart adalah miliknya. Bahkan, ia merasa bangga setelah "One Heart" menempel di lengan baju pembalap MotoGP tim Repsol Honda, Casey Stoner cs.

"Saya merasa bangga dan ikut merasa memiliki. Saya tak mengklaim, cuma banyak teman-teman yang bilang, 'Rian, tagline loe dipake Honda," kisahnya menutup perbincangan dengan detikOto.

(gds/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads