Kyai Perkoso dan Enggang Merah Sempat Tertahan di Pelabuhan

Kyai Perkoso dan Enggang Merah Sempat Tertahan di Pelabuhan

- detikOto
Kamis, 01 Jul 2010 16:48 WIB
Kyai Perkoso dan Enggang Merah Sempat Tertahan di Pelabuhan
Jakarta - Meski jadi duta bangsa, dua motor modifikasi karya anak bangsa yakni Kyai Perkoso dan Enggang Merah yang dikirim ke kontes modifikasi kelas dunia, Cool Breaker 2010 ternyata sempat dipersulit ketika ingin kembali ke tanah air.

Kedua motor modifikasi itu sempat tertahan hingga satu minggu lamanya di pelabuhan Tanjung Priok.

"Sudah sejak hari Rabu minggu lalu ketahan disana, baru aja bisa keluar," ujar modifikator Lulut Puspo Wibowo si pemilik Kyai Perkoso ketika ditemui di Jakarta, Kamis (1/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal seluruh surat-surat dan biaya administrasi untuk memasukkan kedua sudah lengkap.

"Kita juga bingung, tapi yang penting sekarang sudah keluar," pungkasnya.

Padahal baik Kyai Perkoso dan Enggang Merah menjadi duta Indonesia di kontes modifikasi yang diselenggarakan di Pasifico Hall, National Convention Center, Yokohama-Jepang pada 29-30 Mei 2010 lalu itu di negeri matahari terbit sempat disanjung karena detail dan keindahan modifikasinya.

"Di Jepang kita dipuji, di Indonesia malah dipersulit," keluhnya.

Kyai Perkoso sendiri dengan gagah menampilkan ornamen ukiran Kalamakara dan corak batik khas Jawa yang membalut tubuhnya. Warga Jepang dan builder dari seluruh dunia pun menatapnya dengan kagum.

Motor modif yang mengambil basic dari sebuah motor besar Harley-Davidson Sporter 1.200 cc tahun 2007 ini namanya diberikan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sebuah acara khusus untuk melepasnya berangkat sebagai wakil Indonesia.

Ikut menemani Kyai Perkoso, hadir pula Enggang Merah yang merupakan pemenang kontes modifikasi U Mild U Bikers hasil karya builder daerah asal Samarinda, Fajar Anand dari Rand Custom Work Samarinda.

Motor modifikasi berciri khas budaya Borneo ini dibangun dari motor Suzuki Thunder 250 cc tahun 2003 dan bergaya Prostreet Chopper.

Motor-motor karya anak bangsa diantara 200 motor custom dunia termasuk mencolok mata dan disambut hangat oleh Official Cool Breaker serta sekitar 4.000 orang pengunjung.

"Mereka antusias sekali liat hasil modifikasi Indonesia," tukas Lulut.
(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads