Haus Tenaga Dahsyat Holden

Haus Tenaga Dahsyat Holden

- detikOto
Senin, 02 Feb 2009 14:24 WIB
Haus Tenaga Dahsyat Holden
Jakarta - Galih Laksono bersama 'The Legend' Holden Premiere tahun 1972 saat ini mencoba bereksperimen kembali dengan imajinasi dan kemampuan yang ia miliki.

Ternyata pria asli Yogyakarta ini tidak merasa puas dengan apa yang dicapai mobil Holden miliknya beberapa tahun lalu. Untuk itu, ia selalu bereksperimen dengan ide-ide baru yang memungkinkan mobil ini mendapatkan tenaga yang lebih dasyat.

"Saya nggak gampang puas orangnya," kata Galih Laksono kepada detikOto, Minggu (1/2/09).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah kecepatan 272 km/jam hasil yang didapatkan Holdennya beberapa tahun lalu, Galih mengaku nggak puas dengan hasil tenaga mobil ini. "Dan saya terus menaikkan performa mesin mobil ini," ujarnya.

Untuk itu ia mengubah komponen pada mesin Holden Premiere tahun 1972 bertenaga 3.300 cc (202 Ci) miliknya.

Pertama, mesin Holden STD ia mengganti dengan mesin V8. Cara kerjanya, Tunel Rem dengan aplikasi 2 buah kalbulator menghasilkan 8 barel ia cocokkan sehingga menduduki ruang kap mobilnya.

Sebagai the builder, Galih tentu saja melakukan pergantian komponen lainnya untuk menyesuaikan mesin barunya.

Pria kelahiran tahun 1967 ini menggunakan piston forged keluaran negeri Paman sam, dan kruk as billete keluaran GM ia sematkan pada mesin barunya.

Untuk silider head ia menggunakan roller rocker agar memaksimalkan kinerja mesin V8, dan untuk klepnya, Galih tidak asal pilih. Klep berbahan Stainlees yang terkenal dengan ketahanannya ia bubuhkan pada mesin V8 terbarunya.

"Saya pilih klep stainlees karena bahannya kuat banget," ujar Galih yakin.

Dan untuk hal lainnya, Galih yang juga sebagai engineer lulusan universitas swasta di Jakarta ternyata sangat pandai dalam sistem pangapian.

Untuk itu, ia tidak mengubah coil yang terpasang pada mesin Holden STD nya. Coil bosch STD Holden ia pertahankan, karena hasil coil STD dengan jeroan Mallory tergolong masih maksimal dalam kinerjanya memenuhi suplai listrik untuk mesin V8.

"Pengapian Coil bosch STD cukup mampu sampai RPM 7800, dan tidak saya ganti. Pasalnya sesuaikan saja dengan kebutuhan kelistrikan engineering mesin mobil," tegas Galih.

"Tidak usah pakai sistem pengapian mahal yang tergolong High End, dan itu percuma saja," tambahnya.

Terus bagaimana dengan performa mesin baru?

"Wah jangan salah, suara menggelegar yang terdengar dari sistem exhaust 4 1 itu tidak menipu. Kecepatan 290 km/jam sangat mudah mobil Holden ini dapatkan dengan 4 tranmisi manualnya," tambah Galih yang bisa ditemui di Jl. Radio Dalam 22 B, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads