Di Indonesia saja pangsa pasar motor H-D bisa dibilang hanya dimiliki kaum ekspatriat atau golongan tertentu saja. Pengusaha, Pejabat, Jenderal merupakan kelas khusus yang sanggup memiliki motor dengan tampilan yang aduhai itu.
Bahas punya bahas tentang motor gede ini memang sangat menarik untuk diikuti, terlebih jika kita membahasnya dengan orang yang sangat tau betul dengan seluk beluk motor gede tersebut. Dari tahun keluaran, rangka, mesin, hingga ke kaki-kaki yang dimiliki dari H-D.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana tidak,Β Pak Udin yang sudah memulainya sejak tahun 1969 dan bergabung dengan DDC pada tahun 1980an merasa sudah sangat mahir untuk urusan rangka, mesin hingga kaki-kaki motor H-D. Wah sudah tidak diragukan lagi dong...!!!
"Saya hanya menangani motor H-D di bawah tahun 70an. Bukannya ngak ngerti motor H-D baru, tapi menurut saya motor H-D khususnya model lama mempunyai nilai seni tinggi. Jika dilihat dari kontruksinya, H-D lama simple dan kuat, mesinnya pun masih bertahan sampai sekarang, ujar Pria asli Sukabumi ini kepada detikoto, Selasa (6/12/09).
Keseriusannya menangani motor lawas H-D, Pak Udin ternyata cukup dikenal banyak riders dari Harleymania khususnya wilayah Jawa Barat dan Jakarta, bahkan pelanggannya banyak bule yang mengagumi hasil kerja dari Pak Udin.
Dari beberapa pelangganya, udin dikenal sebutan mekanik yang handal, maka tidak jarang konsumennya rela mengeluarkan biaya untuk mencicipi hasil besutan Pak Udin. βGampang saja, untuk palanggan yang ingin ngebangun awal H-D, tinggal menunjukan foto H-D yang diinginkan, lalu biarkan saja kerja dengan sendirinya,β ujar Pak Udin.
Jika dilihat lamanya pengerjaan, ternyata Pak Udin benar-benar telaten dalam pengerjaan, dan tidak bisa ditentukan waktunya. βmasalah waktu mah ngak bisa ditentukan, modifikasi motor H-D itu harus benar-benar dijiwai, saya ngak mau buru-buru, nanti hasilnya ngak maksimalβ, ucap Pak Udin
Dan untuk masalah biaya ternyata Pak Udin tidak ingin sesumbar. Menurutnya kerja ini adalah seni, dan seni ngak bisa dipatok berapa biayanya, bahkan konsumen rela mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah bahkan miliaran untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, ujar Pak Udin. Soal ongkos jasa, saya ikhlas berapa aja itu sudah jadi rejeki saya, jelas Pak Udin yang juga anggota Harley Club Indonesia (HCI). (ikh/syu)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar