Mulai dari Honda Sonic, CBR, hingga Kawasaki Ninja 250 yang terbaru pun dapat di garap dengan detail yang sangat rapi.
"Kami memang sudah terbiasa menggarap motor-motor CBU sejak tahun 2004 silam," kata Ari Dwiantoro yang menjadi salah satu owner bengkel tersebut ketika di temui detikOto, Selasa (23/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam satu minggu saja kami dapat melayani sekitar 50 motor CBU," ujar Ari yang mengelola bengkel ini bersama Tommy Bramudya.
Pelanggan yang datang ke bengkel yang juga gape mengecat ini pun ternyata tidak hanya sekedar meminta jasa service saja. "Banyak juga pelanggan kami yang meminta performa motornya ditingkatkan," sambung Ari.
Dan untuk masalah harga, Ngayun Speed pun masih terbilang murah, apalagi bila kita melihat hasil kerja dari bengkel ini. "Untuk servis rutin saja, kami hanya mengenakan biaya Rp 50 ribu kecuali untuk Ninja 250 yang kami hargai Rp 75 ribu," tukas Ari.
Sedangkan untuk mengorek mesin Ari memberi harga sekitar Rp 5-10 juta saja. "Tergantung dari permintaan konsumen dan itu dapat selesai dalam 2-7 hari," kata Ari.
Tidak heran, bila peringkat kedua kelas free for all 150 cc di even bergengsi Indo Prix yang diselenggarakan pada 23 juli 2008 silam dapat dengan mudah diraih.
Dan untuk mengakomodir keinginan para konsumen yang ingin kebut-kebutan, maka Ngayun Speed pun setiap sebulan sekali selalu mengajak para kkonsumennya tersebut untuk beradu cepat di sirkuit sentul.
"Daripada mereka kebut-kebutan di jalan, mending di salurin aja langsung di sirkuit," ujar Ari menutup pembicaraan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik