"Bukannya sombong, tapi itu kenyataan bro," katanya tatkala di sapa detikoto, di suatu sore di kediamannya yang asri di Ciputat Indah. "Ide itu timbul begitu saja. Daripada gue pendem sendiri, trus lumutan mending gue bagi ke temen-temen. Setidaknya kan kita dapat amal," lanjut sarjana ekonomi berusia 30 tahun itu.
Tapi tentu saja tak semuanya ia bagi percuma. Beberapa ide modifikasi, ia praktikkan sendiri. Salah satu yang ia banggakan adalah modifikasi pada sepeda motor matik Suzuki Spin S yang dimilikinya sejak tahun lalu. Konsepnya sebetulnya tak rumit, Ical hanya ingin menjadikan Spin S nya beda tanpa harus mencolok mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk roda belakang, Ical memilih memasang cakram TZM. "Tapi baru saya pasang satu, nanti mungkin akan dibuat double," kata Ical. Sebagai pemanis tambahan, strip pada body Spin S pun tak luput dari sentuhannya. Agar elegan, Ical sengaja hanya menggunakan dua warna, hitam dan putih dengan lis tribal.
Jadilah Spin S milik Ical berganti wajah menjadi benar-benar good looking. Tapi rupanya ada yang kurang. Supaya tak hanya sedap dipandang tapi juga kuat berlari, Ical juga memasang karburator milik Yamaha RX Xing dan Xp Coil. "Hasilnya lumayanlah, tak kalah jika harus digeber," cetusnya.
(tbs/tbs)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?