Rabu, 20 Jun 2018 10:15 WIB

Modifikasi

Motor Sport Tarikan Kurang, Diubah Jadi Klasik

Handoko N Soetrisno - detikOto
1
Halaman 1 dari 5
Suzuki Inazuma setelah dimodifikasi (Foto: Handoko N Soetrisno) Suzuki Inazuma setelah dimodifikasi (Foto: Handoko N Soetrisno)
Jakarta - Varian motor Suzuki Inazuma GW250 aslinya bergaya sport touring. Tampangnya garang dengan lampu depan berbentuk segitiga dan ekor yang tajam semakin naik di bagian belakang.

Bodi Suzuki Inazuma GW 250 yang bongsor dengan blok mesin 250 cc yang terlihat besar menjadikan tampilannya begitu mengintimidasi. Apalagi dengan dua knalpot kembar di kanan dan kiri yang juga besar.

Suzuki Inazuma GW250 Suzuki Inazuma GW250 Foto: Handoko N Soetrisno


Bagi yang melihat sosok motor Suzuki yang sering dijuluki Baby B-King ini, pasti mengira Inazuma ini motor yang mudah diajak lari kencang. Seperti motor Suzuki Satria atau Hayabusa yang identik sebagai motor kencang untuk penggila kecepatan. Ternyata jauh berbeda karakter yang dimiliki Suzuki Inazuma 250 cc.



Berat kosong Suzuki Inazuma GW250 mencapai 182 kg adalah bobot motor yang terberat di kelas 250 cc. Keunggulan motor ini sangat nyaman dikendarai, dengan mesin yang halus dan suspensi yang empuk.

Cocok banget sebagai motor touring, dijamin tidak capek meskipun untuk touring menempuh jarak yang jauh. Tetapi, soal akselerasinya lambat banget deh.

Alhasil untuk kondisi stop and go atau ketika mulai start di lampu lalu lintas, motor ini sering diasapi sama motor matik dengan cc separuhnya. Malu banget, motor bongsor, 250 cc, knalpot ganda dilewati melulu sama skutik. Koko, pemilik Inazuma pun segera kontak Wahyu Hidayat, punggawa Diwa Creative Studio di Cimanggis, Depok.

[Gambas:Video 20detik]


Koko sudah lama kenal Diwa karena cukup berhasil menggarap motor kustom Koko yang pertama. Cocok sudah, ketika kontak Diwa di awal Januari 2018, ternyata motor ini masuk di daftar pertama yang siap untuk dikustom Diwa di tahun 2018.

Akhirnya, Suzuki Inazuma GW250 motor brand new yang baru setahun digarasi Koko pun jadi korban untuk dikustom. Dijadikan motor klasik aja deh.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed