5 Aliran Modifikasi yang Tengah Ngetren

Serba 5 Ultah detikOto

5 Aliran Modifikasi yang Tengah Ngetren

Aditya Maulana - detikOto
Senin, 21 Okt 2013 09:45 WIB
5 Aliran Modifikasi yang Tengah Ngetren
dok pribadi
Jakarta - Dunia modifikasi memang tak pernah ditinggalkan oleh para pecintanya. Setiap tahun bukannya menurun tapi malah semakin digandrungi, terutama modifikasi di roda 2 atau sepeda motor.

Setiap tahunnya aliran modifikasi sepeda motor di Indonesia selalu berubah-ubah. Itu juga dipengaruhi dari aliran modifikasi yang sedang berkembang di luar sana.

Menurut Dedengkot bengkel modifikasi yang banyak disambangi orang, Baru Motor Sport (BMS), Ariawan Wijaya, sebenarnya ada banyak aliran modifikasi yang sedang digandrungi pecinta modofikasi. Tapi dari sekian banyak, ada 5 aliran yang memang sedang membooming.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, Otolovers mau tahu kira-kira apa saja aliran modifikasi di sepeda motor yang sedang ngetren atau digandrungi para pecinta modifikasi di Indonesia belakangan ini? Yuk kita simak bersama-sama!

1. Sport Racing dan Sport Fashion

dok pribadi
Menurut pria yang akrab disapa Ari, aliran Sport Racing dan Sport Fashion setiap tahunnya tidak pernah mati. Artinya, penggemar dari aliran modifikasi seperti ini dari tahun ke tahun tetap banyak peminatnya.

Dari aliran Sport Racing dan Sport Fashion itu sendiri masih ada 2 bagian lagi. Pertama model naked bike dan MotoGP look.

"Ini yang tidak pernah mati dari tahun ke tahun. Entah itu yang MotoGP look hanya ganti bodi doang sampai ke yang benar-benar ekstrim," kata Ari saat ditemui detikOto di markasnya yang berada di Jalan Palmerah Barat, No.24, Jakarta Barat.

Ditambahkannya, untuk aliran Sport Racing biasanya penggemarnya itu ingin motornya terlihat lebih racing. Entah itu dimodifikasi mesin atau tampilannya yang dibuat lebih racing.

Bagaimana untuk masalah biaya untuk aliran modifikasi Sport Racing dan Sport Fashion?

"Kalau masalah biaya sebenarnya di dunia modifikasi itu susah dipatok. Kenapa? Sebab tidak bisa ada dipatok karena tergantung keinginan konsumen mau pakai barang yang bermerek atau yang biasa-biasa saja," katanya sambil tersenyum.

Berbeda dengan pemilik toko yang menjual full fairing, Darsono. Menurutnya kalau biaya untuk modifikasi MotoGP look biasanya lebih mudah dipatok karena modifikasi ini biasanya hanya menambahkan fairing.

"Biasanya pakai full fairing yang sudah di airbrush gambar motor idolanya di MotoGP. Biayanya berkisar antara Rp 900 ribu sampai Rp 2 jutaan," timpal Darsono.

2. Cafe Racer

dok pribadi
Aliran modifikasi yang tengah booming di Indonesia adalah aliran Cafe Racer. Aliran ini belakangan ini mulai ngetren lagi. Banyak bengkel modifikasi yang berkonsentrasi mengerjakannya atau spesialis Cafe Racer.

Cafe Racer itu sendiri sebenarnya aliran modifikasi yang termasuk dalam kategori motosikal kustom dimana motosikal biasanya diubahsuaikan agar terlihat seperti motor lumba ala 60-an.

Ciri-cirinya, handle diganti dengan tipe clip, tuil brek belakang dan gear digeserkan kebelakang sedikit tangki ditukar seperti tangki lumba. Mengendarai motor Cafe Racer mencerminkan personaliti penggunanya yang kuat.

"Basicnya bisa menggunakan semua jenis motor, tapi kebanyakan motor-motor yang sudah tua atau bisa juga motor sport yang sekarang diubah ke cafe racer," kata Ari.

Jadi, sebenarnya aliran modifikasi ini tidak hanya terpatok ke motor-motor tertentu saja tapi juga bisa digunakan untuk semua jenis motor dan tinggal bagaimana si bengkel modifikasinya itu sendiri yang menggarapnya.

3. Jap's Style

Aliran atau genre modifikasi yang juga tenar di dunia modifikasi tanah air adalah Jap's Style.

Modifikasi ini, kata Ari mulai dikenal oleh para modifikator Indonesia pada awal tahun 2000 dan sampai saat ini masih tetap diganderungi oleh pecinta modifikasi di Indonesia.

Mengapa demikian, karena menurut beberapa modifikator aliran ini sangat cocok dengan sepeda motor yang ada di Indonesia karena kebanyakan menggunakan kapasitas mesin kecil.

Gaya modifikasi seperti ini menurut Nino Pramono mekanik sekaligus pemilik bengkel modifikasi NIN Rocksta, biasanya mengganti ban dan pelek aslinya dengan ban dan pelek berukuran besar.

Rangka belakang biasanya untuk penyangga ban yang lebih besar dari biasanya. Biasanya orang yang memodifikasi seperti ini menggunakan motor Honda buatan dulu seperti CB, GL125 lansiran 1982 dan motor-motor lainnya.

"Motor-motor seperti itu biasanya yang sering digunakan oleh orang yang ingin memodifikasi dengan aliran Jap's Style," kata Nino.

4. Chopper Style

Tak kalah dengan Cafe Racer dan Jap's Style, aliran modifikasi Chopper juga sangat diganderungi pecinta sepeda motor di Indonesia khususnya mereka yang hobi dengan modifikasi.

"Sama seperti Cafe Racer, basiknya sih bisa menggunakan semua jenis motor, gue juga pernah bikin dari beberapa jenis motor. Tegrantung selera orang sih," ujar Ari.

Aliran modifikasi ini memiliki ciri tersendiri dimana fork atau garpu depan sangat panjang sehingga memerlukan rangka yang didesain khusus dengan panjang garpu tersebut.

Lanjut Ari, belakagan ini juga begitu banyak bengkel modifikasi yang khusus menangani aliran Chopper bahkan hingga keluar daerah bengkel modifikasi khusus Chopper begitu banyak.

"Di ajang modifikasi motor atau untuk dipakai harian juga banyak. Apalagi yang mereka hobinya memodifikasi motor dengan gaya seperti ini. Ada juga yang memodifikasi Chooper karena tertarik melihat motor temannya yang dimodifikasi Chopper," katanya lagi.

5. Supermoto

Nah, aliran modifikasi kelima adalah Supermoto. Aliran ini tidak pernah mati sama halnya dengan aliran Sport Racing dan Sport Fashion.

"Ini juga tidak ada matinya meski tidak terlalu bertahan seperti Sport Racing tapi setidaknya aliran ini di tahun ini masih tetap diganderungi," kata Ari.

Aliran modifikasi supermotor ini biasanya fokus pada unsur kaki-kaki karena aliran ini lebih mengarah ke suspensi, pelek dan ban. Tapi ciri utamanya bisa dilihat pada bagian penggunaan ban on road.

Pertimbangan aliran modifikasi ini harus benar-benar matang terutama pemilihan pelek dan ban. Pastikan ban tidak mentok dengan arm begitu juga pelek yang harus disesuaikan.

"Biasanya kalau untuk ukuran pelek pakai saja ukuran 3 inci pada depan dan 3,5 inci untuk bagian belakang. Jadi biar tidak terlihat terlalu kecil atau besar," pungkasnya.

Nah, Otolovers sudah tahu aliran modifikasi apa saja yang stengah membooming di Indonesia sekarang ini. Tertarik untuk memodifikasi 'kuda besi' Anda? Tinggal disesuaikan saja dengan aliran yang Anda suka dan tentunya kocek yang dimiliki.
Halaman 2 dari 6
(ady/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads