Hal itu disampaikan modifikator Retro Classic Style asal Yogyakarta, Lulut Wahyudi, pada ajang Kustomfest 5-6 Oktober 2013.
"Begini saya itu bermimpi dan berobsesi, suatu saat apabila saya keluar negeri, saya tidak lagi ingin mendengar cerita Indonesia identik dengan teroris bom Bali dan negaranya para koruptor," ujar Lulut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mimpi suatu saat, jika saya keluar negeri saya akan ditanya dari mana asal saya, dengan bangga saya akan menjawab, saya dari Indonesia. Dan negara lain akan berkata, 'Oh negara Anda terkenal dengan kreativitas orang mudanya," kata Lulut dengan penuh keyakinan.
Bahkan dirinya juga bermimpi modifikator itu bisa menjadi sebuah cita-cita dari masa kecil.
"Dan yang saya ingin menghidupkan masa-masa kecil, kalau kita main ke Sekolah TK atau SD. Waktu ditanya apa cita-cita mereka, maka dengan lantang mereka tidak lagi malu untuk mengatakan ingin kustom builder," ucapnya.
"Kenapa? Karena kustom builder sudah menjadi profesi yang diakui masyarakat dunia dan menjadi profesi yang elit. Jujur kita butuh memasyarakatkan kustom karena kita juga butuh pengakuan. Karena tidak banyak orang yang tahu atau mengerti. Ketika saya katakan profesi ini, banyak yang bilang, 'Oh ini bengkel mas? Oh mekanik mas? Susahkan saya jawabnya," tutupnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun