Jumat, 31 Jul 2020 07:03 WIB

Pabrik Kurang Orang, Honda Kerahkan Karyawan Kantor Rakit Mobil

Rizki Pratama - detikOto
Pabrik Honda di Inggris Honda kekurangan tenaga di pabriknya, karyawan kantoran pun terpaksa turun tangan. Foto: Honda
Jakarta -

Di tengah terus meningkatnya infeksi COVID-19 di Amerika Serikat, sebagian besar perusahaan masih terbuka untuk bisnis. Pabrik Honda di Marysville pun mengambil langkah agresif untuk menjaga produktivitasnya.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan WOSU Public Media, Honda mengharuskan beberapa pekerja kantor kerah putih untuk mengambil posisi di jalur perakitan pabrik. Motor1 mengkonfirmasi laporan ini dan ditanggapi oleh juru bicara Honda.

"Karena permintaan pelanggan yang kuat untuk produk kami dan kebutuhan untuk mengelola produksi dengan hati-hati selama pandemi COVID-19, kami menghadapi beberapa masalah kepegawaian yang membutuhkan bantuan dari rekan yang biasanya tidak bekerja dalam produksi. Kami pernah menerapkan tindakan sementara ini di masa lalu dan bekerja dengan rajin untuk menarik dan mempekerjakan rekanan di divisi lain mendukung kebutuhan produksi kami," demikian konfirmasi Honda lewat juru bicaranya.

Karyawan Honda yang biasanya bekerja di bidang penjualan, penelitian dan pengembangan, dan akuntansi ikut bergotong-royong merakit mobil di pabrik tersebut. Kendati Honda mengatakan pernah melakukan ini sebelumnya, laporan WOSU mengidentifikasi ada satu karyawan anonim yang mengaku belum pernah terlibat dalam langkah ini sebelumnya. Pegawai itu juga diduga mengatakan bahwa prosesnya dimulai dengan Honda meminta sukarelawan, tetapi kemudian menjadi wajib karena tidak banyak orang yang menjadi sukarelawan.

Situasi ini menimbulkan beberapa pertanyaan tambahan, termasuk yang menjalankan tugas sebagai karyawan kantor. Selain itu, pelatihan seperti apa yang dilaksanakan agar karyawan ini memiliki kecepatan tinggi dalam pekerjaan perakitan?

"Dengan puluhan ribu rekanan membangun produk di Amerika, kami tidak kebal dalam membuat anggota tim kami terkena dampak pandemi COVID-19. Kesehatan dan keselamatan rekanan kami adalah prioritas utama kami, dan bertindak dengan sangat hati-hati setiap kali anggota tim kami dinyatakan positif atau dicurigai menderita COVID-19, kami menggunakan pelacakan kontak untuk menentukan mereka yang mungkin telah terpapar dengan anggota tim yang terkena dampak, kadang mengakibatkan perlunya rekanan tambahan karena ada yang harus karantina. permintaan yang kuat untuk produk kami, telah menciptakan kebutuhan untuk meminta beberapa rekanan pendukung untuk bekerja sementara di area produksi," lanjut keterangan dari Honda.

Laporan WOSU menunjukkan tidak semua karyawan Honda merasa nyaman dengan aturan ini dengan alasan kekhawatiran bekerja di area di mana orang telah dinyatakan positif COVID-19. Selain itu, laporan itu mengutip perwakilan Serikat Pekerja Otomotif UAW yang mempertanyakan pelatihan orang-orang tersebut yang tiba-tiba masuk ke ranah perakitan. Diduga, karyawan yang dikirim ke produksi tidak diberikan pelatihan apa pun sampai mereka tiba di sana untuk bekerja.

Tidak diketahui berapa lama aturan ini akan berlangsung. Fasilitas pabrik Honda di Marysville menghasilkan Honda Accord dan CR-V, serta Acura TLX dan ILX.



Simak Video "Pasien Sembuh Corona Per 23 Oktober Tambah 4.094, Ini Sebarannya"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com