Selasa, 07 Jul 2020 11:16 WIB

Demi Pulihkan Bisnis, Nissan Dapat Pinjaman Rp 112 Triliun

Rizki Pratama - detikOto
Nissan Terra Membelah Keindahan Sumatera Nissan berhasil mendapatkan pinjaman uang. Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Nissan Motor telah mendapatkan kucuran dana sebesar USD 7,8 miliar atau Rp 112 triliun dari krediturnya setelah mengajukan proposal pada bulan April lalu. Dana ini dialokasikan sebagai penopang kasnya dalam menghadapi penurunan penjualan karena pandemi virus Corona.

Dalam pengajuan ke otoritas keuangan Jepang pada hari Senin, Nissan mengatakan pinjaman sebesar USD 7,8 miliar itu termasuk dengan pinjaman USD 6.6 miliar yang didapatkan pada akhir Mei lalu.

Nissan sedang berjuang untuk memulihkan pemasukannya setelah pertama kali membukukan kerugian tahunan dalam 11 tahun. Perusahaan mobil asal Jepang mengalami penderitaan di sisi penjualan, citra tercoreng dan posisi yang buruk bahkan sebelum pandemi virus Corona menjadi kabut tebal di industri otomotif.

Di bawah Kepala Eksekutif baru Makoto Uchida, Nissan telah berjanji untuk memotong 300 miliar yen dari biaya tetap selama empat tahun ke depan. Penghematan itu didapat dengan memangkas kapasitas produksi dan mengurangi seperlima jajaran produknya. Pabrik Nissan di Indonesia merupakan salah satu korban dari penghematan itu.

Uchida menyampaikan yang mengumumkan strateginya itu pada akhir Mei mengatakan peningkatan arus kas akan menjadi tantangan terbesar Nissan. Nissan diharapkan memiliki arus kas positif pada paruh kedua tahun ini, dibandingkan dengan tahun lalu hingga bulan Maret.

Selain mengamankan pendanaan dari pinjaman di atas, Nissan mengatakan memiliki 1,1 triliun yen kas bersih dan memiliki jalur kredit hingga 1,3 triliun yen.

Nissan mengaku akan lebih banyak lagi uang yang harus dikeluarkan untuk menangkal dampak virus Corona. Apalagi jika penjualan mobil masih belum pulih bersama dengan belum lenyapnya virus ini dari muka bumi.

Nissan mengalami penurunan hingga 40% dari tahun ke tahun dalam penjualan kendaraan global pada periode Maret-Mei. Tentunya selain memang kondisinya tak baik, Nissan sama halnya dengan perusahaan lain menutup fasilitas produksi sesuai dengan kebijakan pemerintah di mana pabriknya berada.



Simak Video "Nissan Launching SUV Kicks e-Power, Bukti Belum Mati di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com