Senin, 08 Okt 2018 16:00 WIB

Rupiah Keok, Audio Mobil Makin Mahal

Ruly Kurniawan - detikOto
Prosesor Audio Venom (Foto: Ruly Kurniawan) Prosesor Audio Venom (Foto: Ruly Kurniawan)
Jakarta - Menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah berdampak pada harga jual aksesori kendaraan seperti audio mobil. Dolar yang makin mahal memaksa Venom Audio untuk menaikkan banderolan produk-produknya lagi di akhir Oktober nanti.

Berbincang dengan detikOto, General Manager Venom Ronny Alexander mengatakan bahwa bila keadaan nilai tukar tidak berubah dan cenderung naik maka harga audio Venom di Indonesia akan mengalami penyesuaian kembali. Ini adalah kenaikan yang ke-2 kalinya selama 2018.


"Nilai tukar dolar terhadap rupiah sekarang tentunya berdampak pada kami sehingga kita lakukan penyesuaian harga. Sebenarnya kita sudah lakukan di Agustus kemarin. Tapi kalau memang nilai tukar tembus di atas Rp 15.000, mungkin kita akan ada penyesuaian lagi di akhir Oktober ini," katanya di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Dengan kenaikan tersebut, harga seluruh produk milik Venom Audio di Indonesia dalam setahun meningkat sampai 10 persen. "Agustus kemarin kita ada penyesuaian 5 persen. Di Oktober ini, wacananya sih kita berencana melakukan penyesuaian 5 persen lagi. Jadi total-nya 10 persen untuk kenaikan di tahun ini," ujar Ronny.

"Tapi kita musti lihat lagi pasarnya di lapangan seperti apa. Karena kan untuk sekarang masih agak lesu, apalagi setelah dinaikkan kemarin. Namun ya mau bagaimana, pabrikan juga melakukan penyesuaian, kurs naik, dan lain sebagainya," tambahnya.

Untuk harga Venom Audio sendiri sangat beragam. Produk terbarunya misalkan, seperti subwoofer pasif Venom VX 15.1 dihargai Rp 3,6 juta, subwoofer aktif Venom VX 15.1 A sebesar Rp 4,4 juta, Processor Venom Pandora VPR 4.6 MK2 dibanderol Rp 4,7 juta, Prosesor Pandora VPR 3.5 Rp 4.2 juta, dan masih banyak lagi. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed