Senin, 26 Mar 2018 12:16 WIB

Dahsyat, Mobil Pengangkut Sayuran Jagoan Ngebut

Deni Prastyo Utomo - detikOto
Mesin Gran Max standar diganti punya Honda B16 dan disimpan di bagian bawah pikap. Foto: Deni Prastyo Utomo Mesin Gran Max standar diganti punya Honda B16 dan disimpan di bagian bawah pikap. Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Drag racers asal Kota Pahlawan ini terbilang totalitas. Sebab ia memilih tunggangan yang tak biasa pada umumnya. Ia menyulap mobil pikap yang biasanya digunakan untuk pengangkut barang menjadi mesin pacu dalam lomba drag race.

Pria yang akrab dipanggil dengan Imam Smurf (38), asal Perak, Surabaya, mengaku memilih Gran Max 1.5 tahun 2016 untuk menjadi tunggangannya. "Kalau mobil sedan lanjunya kenceng itu sudah biasa. Tapi kalau mobil pikap yang notabene menjadi mobil pengangkut sayur menjadi kenceng itu akan menjadi luar biasa," kata Imam kepada detikcom disela kontes Indonesia Automodified (AIM) 2018 di SSCC Pakuwon, Minggu (25/3/2018).



Untuk melampiaskan hasratnya mengubah Gran Max menjadi mobil drag. Imam melakukan beberapa perombakan, salah satunya dengan mengganti mesin standar Gran Max berkapasitas 1.600 cc, dengan dengan mesin Honda B 16 yang biasa dipakai Civic. "Banyak yang kita upgrade untuk mendapatkan kecepatan lebih baik," kata Imam.

Berkat update di mesin, mobil bisa melaju di kelas 201 meter danmemiliki best timer 9,8 detik. "Nantinya akan kita upgrade kembali hingga mencapai best timer 8 detik," ujar Imam.

Untuk mencapai waktu 8 detik di kelas 201 meter, Imam akan mengupgrade dengan mesin Honda B 20. Menurutnya itu angka yang maksimal di Gran Max modifikasinya itu. "Kalau waktu itu bisa tercapai, saya akan berhenti untuk mengupgradenya. Karena itu sudah maksimal di kelasnya," ujarnya.

Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal tersebut, Imam harus memindahkan posisi standar mesin Gran Max yang biasanya di bawah jok pengemudi menjadi di tengah, tepat di bawah bak pick up tersebut.



"Mesin dengan kapasitas 1600 cc milik B series 16 ini, untuk mendapatkan traksi maksimal untuk speednya harus ditaruh di tengah, besarnya traksi ini saya harus mengganti as roda seminggu enam kali," ujarnya.

Besarnya traksi yang dihasilkan mesin B 16 tersebut, Imam harus memutar otak. Akhirnya ia harus mengganti dengan ban yang punya daya rekat yang tinggi agar tidak slip. "Kita ganti dengan ban yang memiliki daya rekat yang cukup tinggi saat itu," kata pemilik bengkel Smurf itu.

Dengan banyaknya prestasi yang dia miliki saat mengikuti ajang drag race, Imam memberanikan diri mengikuti kontes dan pameran Indonesia Automodified (AIM) 2018.

"Awalnya saya tidak pede ikut kontes ini, karena dorongan teman-teman akhirnya saya ikut kontes ini. Sebab banyak yang bilang unik biasanya juara di ajang drag, kini mencoba untuk mengikuti kontes modifikasi ini," kata Imam.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed