Sebelum sebesar sekarang, Chery Group harus melalui fase panjang yang menguras waktu, energi dan biaya. Namun, menariknya, selama proses tersebut, pabrikan asal China itu 'mencuri ilmu' dari dua raksasa otomotif dunia, yakni Toyota dan Tesla.
Hal tersebut secara terbuka disampaikan Yin Tongyue selaku Chairman Chery Group, pada ajang Chery International User Summit 2026. Menurut dia, kedua pabrikan besar itu sama-sama punya sisi kuat yang bisa dipelajari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di satu sisi, kami belajar dari Toyota soal produksi yang efisien, kualitas tinggi, dan pengembangan ekosistem berkelanjutan," ujar Yin Tongyue saat presentasi di Wuhu, China.
"Kemudian di lain sisi, kami juga belajar dari Tesla dengan mengadopsi pemikiran berbasis prinsip dasar, seperti mengeksplorasi peluang baru di bidang AI, energi bersih, robotik, dan model bisnis lain di masa depan," tambahnya.
Mobil Chery di Indonesia Foto: Gilang Faturahman/detikfoto |
Chery Group saat ini sudah tumbuh menjadi salah satu pemain utama di industri otomotif global. Karuan saja, belum lama ini, mereka mencatatkan penjualan 20 juta unit di pasar dunia.
"Chery punya 20 jutaan pengguna di dunia. Mari bantu kami mengubah teknologi tinggi menjadi kebutuhan sehari-hari dan AI akan membawa Chery ke era 3.0," tutur Yin Tongyue di kesempatan yang sama.
"Lebih dari lima tahun, kami terus meningkatkan inovasi pada kesejahteraan publik. Pada 2035, Anda akan lihat Chery yang berbeda. Kami akan berkembang dari merek konvensional menjadi kluster teknologi," tuturnya.
Meski sudah sebesar sekarang, namun Chery Group tak mau berpuas diri. Mereka terus menambah investasi untuk mengembangkan AI dan mobil ramah lingkungan.
"Agar kita unggul, kami harus menerima AI dan evolusi industri. Selama lima tahun terakhir, kami telah berinvestasi US$ 5 miliar untuk mengembangkan industri kunci seperti NEV," kata dia.
Sebagai catatan, Chery didirikan pada 1997 atau 29 tahun lalu. Kemudian, pada 2007, mereka menjadi merek China pertama yang mencapai akumulasi penjualan kendaraan sebanyak 1 juta unit.
Grup tersebut kini menaungi berbagai merek, termasuk Chery, Exeed, Fulwin, iCar, Luxeed dan Jetour. Sementara kegiatan operasionalnya mencakup lebih dari 130 negara dan wilayah.
Ekspor menjadi mesin pertumbuhan utama. Menurut data yang dihimpun CnEVPost, Chery Group mengekspor 943 ribuan kendaraan pada paruh pertama tahun ini. Catatan tersebut meningkat 71,5% dibandingkan periode sama tahun lalu (year-on-year).
Pada bulan Juni saja, Chery Group mengekspor 191 ribuan mobil dan mencetak rekor bulanan selama empat bulan berturut-turut. Dengan demikian, maka satu unit kendaraan Chery dikirim ke luar negeri setiap 17 detik.

