Honda dikabarkan akan segera meluncurkan mobil pick-up bongsor. Mobil itu bakal mengambil basis dari Mitsubishi Triton.
Mobil pick-up Honda itu bisa terwujud berkat adanya mitra aliansi dengan Mitsubishi dan Nissan. Pembicaraan kerjasama itu disinyalir sudah ada sejak Agustus 2024. Jika hal tersebut jadi terwujud, itu artinya pick up truk Honda akan menjadi model ketiga yang dibangun di atas platform Mitsubishi Triton, setelah Nissan Navara terbaru, demikian dilaporkan Nikkei Asia. Rencananya pick up Honda itu juga bakal diproduksi bareng di pabrik Mitsubishi Laem Chabang, Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Calon pick up kembaran Triton dan Navara kabarnya bakal dijual di pasar ASEAN dan wilayah lainnya mulai tahun 2028.
Kehadiran pick up Honda tentu akan memperluas jajaran produk pabrikan di tengah ketatnya persaingan dari para produsen China. Seperti diketahui bersama, pabrikan Jepang semula amat mendominasi pasar otomotif di Indonesia dan Thailand. Pangsa pasarnya bahkan mencapai 90 persen.
Namun sejak produsen China seperti BYD masuk, pangsa pasar mobil Jepang merosot di kisaran 70-80 persen. Honda tampaknya menjadi salah satu yang paling terpukul. Penjualan di Malaysia, Thailand, dan Indonesia selama delapan bulan pertama turun 20 persen secara tahunan menjadi sekitar 110.000 unit.
Perluasan ke penjualan pick up juga menjadi peluang Honda di salah satu sektor yang belum dikuasai merek-merek China sekalipun produknya sudah ada. BYD misalnya sudah memiliki pick up Shark 6 meski belum dijual di pasar Asia Tenggara.
Kehadiran model baru juga akan memberi manfaat terhadap Mitsubishi karena bisa mengutilisasi kapasitas di pabrik. Diketahui pabrik yang berada di Thailand memiliki kemampuan produksi sekitar 386.000 unit per tahun, namun tahun lalu realisasinya hanya sektar 170.000 unit mobil.
Takaki Nakanisi yang merupakan peneliti dari Nakanishi Research Institute menyebut bahwa kerjasama ini membuat Honda dan Mitsubishi saling memperkuat posisi satu sama lain. Selain rebadge pick up, Honda kabarnya juga tengah mempertimbangkan mengadopsi teknologi PHEV milik Mitsubishi untuk pengembangan mobil-mobilnya.










































