Abu vulkanik menyelimuti sejumlah kendaraan di wilayah terdampak. Lantas bagaimana kalau mobil hybrid terkena abu vulkanik?
Abu vulkanik dari erupsi sejumlah gunung berapi di Tanah Air menyebar ke sejumlah wilayah. Sebaran abu vulkanik ini harus diwaspadai lantaran bisa membawa dampak buruk pada mobil. Abu sangat halus ini mengandung pasir kuarsa atau silika yang menyimpan potensi bahaya karena memiliki tingkat ketajaman tinggi seperti pecahan kaca. Selain itu, abu ini juga bersifat korosif yang dapat memicu masalah dalam jangka waktu panjang.
Lalu bagaimana bila abu vulkanik itu mengenai mobil hybrid? Khusus mobil hybrid Toyota, sudah dilengkapi dengan sistem kedap air dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Selain itu, sistemnya juga tertutup sehingga abu vulkanik sulit masuk dan merusak komponen elektrifikasi.
Namun, karena material abu vulkanik sangat halus dan memiliki potensi merusak, kamu tetap disarankan mengawasi kinerja mobil melalui MID dan panel instrumen. Jika terdapat notifikasi malfungsi sistem hybrid atau komponen mobil lainnya, segera lakukan pengecekan di bengkel terdekat.
"Abu vulkanik memiliki karakter yang berpotensi mengganggu komponen kendaraan jika AutoFamily tidak mencegahnya. Karena itu, perhatikan komponen mobil yang berisiko terganggu dan lakukan langkah pencegahan yang tepat. Jangan ragu untuk berkunjung ke bengkel Auto2000 meskipun belum saatnya servis berkala kalau merasakan ada masalah pada mobil sebagai dampak dari abu vulkanik," kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 dalam siaran persnya.
Auto2000 juga membagikan solusi mencegah kerusakan mobil yang disebabkan abu vulkanik. Berikut ini penjelasannya.
1. Kaca Mobil
Semprot kaca mobil dengan air pembersih wiper sebelum menyekanya. Jika belum mampu meluruhkan abu, AutoFamily dapat menyiram kaca dengan air bertekanan. Jangan menyapu kaca menggunakan wiper atau kain lap ketika masih terdapat abu di permukaannya.
2. Bodi Mobil
Siram terlebih dahulu bodi mobil dengan air mengalir untuk meluruhkan abu vulkanik. Hati-hati terhadap potensi timbulnya karat akibat sifat abu yang korosif, khususnya pada bodi mobil yang terdapat goresan. Segera bilas bodi mobil dengan air mengalir setelah digunakan di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
3. Filter Udara
Filter udara lebih cepat kotor ketika abu vulkanik ikut masuk, terutama saat mobil digunakan di wilayah yang terdampak. Partikel abu yang halus, tajam, dan korosif dapat mengganggu sistem pemasukan udara mesin. Segera periksa kondisi filter udara setelah mobil digunakan di wilayah terdampak dan lakukan penggantian apabila sudah kotor. Kamu juga dapat mempercepat servis berkala apabila mobil kerap digunakan melewati daerah yang terdampak abu vulkanik.
4. AC Mobil
Abu vulkanik yang masuk dapat terbawa ke dalam sirkulasi AC, menghambat aliran udara, dan mengganggu kinerja perangkat AC. Selain itu, debu yang masuk ke kabin dapat menurunkan kualitas udara yang dihirup oleh penumpang.
Segera bersihkan kabin mobil setelah melewati daerah terdampak abu vulkanik, terutama area sekitar dasbor dan kolong dek depan yang berkaitan dengan sirkulasi udara AC mobil. Jangan ragu untuk mengganti filter kabin meskipun belum memasuki jadwal penggantian apabila kondisinya sudah kotor.
5. Rem Mobil
Biasanya terdapat tanda seperti bunyi mendecit atau rem terasa kurang pakem sebagai indikator adanya masalah. Jangan menunggu hingga kinerja rem semakin menurun. Segera bawa mobil ke bengkel terdekat untuk dilakukan pengecekan dan perbaikan.
6. Sensor-sensor Mobil
Rata-rata sensor mobil dipasang di lokasi yang sulit dijangkau sehingga tidak dapat dicek secara visual. Kamu juga belum tentu dapat mendeteksi masalah tanpa bantuan perlengkapan khusus. Perhatikan panel instrumen. Jika terdapat indikasi masalah seperti lampu indikator atau lampu peringatan menyala, segera lakukan pengecekan di bengkel Auto2000 terdekat.
Simak Video "Video Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau, Apakah Sampai Jakarta?"
(dry/din)