Farizon New Energy Commercial Vehicle Group resmi memulai produksi kendaraan komersial energi baru di Indonesia. Langkah ini ditandai dengan keluarnya unit pertama Farizon V8E dari lini produksi pabrik knock-down (KD) di Purwakarta, Jawa Barat.
Pabrik tersebut dibangun melalui kerja sama Farizon dengan PT Handal Indonesia Motor. Proyek ini menjadi penting karena merupakan fasilitas produksi KD pertama Farizon di luar China sekaligus bagian dari strategi perusahaan memperkuat lokalisasi di pasar Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Farizon New Energy Commercial Vehicle Group, Fan Xianjun atau Mike Fan, mengatakan produksi unit pertama bukan sekadar pencapaian manufaktur. Menurutnya, langkah ini menjadi awal pengembangan ekosistem kendaraan komersial energi baru di Indonesia.
"Hari ini, kita bersama-sama menyaksikan kendaraan pertama dari pabrik KD Farizon New Energy Commercial Vehicle di Indonesia yang berhasil keluar dari lini produksi," kata Fan.
Dia menilai kebutuhan kendaraan komersial yang efisien dan ramah lingkungan di Indonesia terus meningkat, terutama untuk sektor logistik, distribusi dalam kota, transportasi, hingga pelayanan publik.
Farizon sendiri merupakan bagian dari Geely Holding Group dan telah mengembangkan bisnis kendaraan komersial energi baru selama sekitar satu dekade. Perusahaan mengatakan strategi di Indonesia tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan, tetapi juga membangun rantai industri lokal mulai dari manufaktur, rantai pasok hingga layanan purna jual.
"Proyek KD Indonesia merupakan implementasi nyata dari strategi lokalisasi Farizon, sekaligus menjadi proyek produksi KD pertama Farizon di luar negeri," ujar Fan.
V8E Jadi Produk Perdana
Unit pertama yang keluar dari fasilitas produksi tersebut adalah Farizon V8E. Kendaraan ini menjadi salah satu langkah awal Farizon untuk menghadirkan kendaraan komersial energi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Fan mengatakan keberadaan fasilitas lokal memungkinkan Farizon mengintegrasikan proses produksi dengan kondisi pasar setempat. Dengan demikian, produk yang dihasilkan diharapkan lebih sesuai dengan karakter jalan dan kebutuhan operasional di Indonesia.
Dalam proses masuknya Farizon ke Indonesia, Arista Group juga memiliki peran sebagai mitra bisnis. Sejak resmi hadir pada Januari 2026, Arista disebut membantu pengembangan pasar serta proses pengenalan produk Farizon di Indonesia.
"Produksi unit pertama hari ini bukanlah sebuah akhir, melainkan titik awal baru bagi operasional lokal Farizon di Indonesia," kata Fan.
Baca juga: Adu Spesifikasi Farizon SV vs Toyota Hiace |
Ke depan, Farizon berencana memperluas pengembangan produk dan ekosistem kendaraan komersial energi baru di Indonesia. Pabrik KD di Purwakarta akan menjadi salah satu tumpuan untuk memperkuat manufaktur lokal sekaligus mendukung pengembangan rantai pasok dan layanan purna jual.
Farizon juga melihat Indonesia sebagai basis untuk memperdalam kerja sama di kawasan ASEAN. Perusahaan ingin mengembangkan ekosistem transportasi komersial yang lebih efisien dan berkelanjutan bersama mitra lokal.
(lua/dry)










































