Pada pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026, makin banyak merek mobil niaga asal China yang berpartisipasi. Seperti apa respons Daihatsu sebagai pemimpin di segmen kendaraan niaga ringan?
Dikatakan Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Tri Mulyono, kehadiran pendatang baru pada segmen kendaraan niaga, tak selalu negatif. Karena bakal menguntungkan konsumen Indonesia dengan makin banyaknya pilihan. Ini bisa membuat pasar bertumbuh.
"Dengan banyaknya opsi, tentunya harapannya yang selama ini mungkin dengan kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda, mungkin bisa merangsang pertumbuhan pasar. Harapannya begitu," ungkap Tri kepada wartawan di arena GIICOMVEC (2026) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, Tri mengatakan bahwa hal itu kembali ke kustomer, juga kepada para agen pemegang merek, bagaimana usaha mereka buat meyakinkan konsumen dalam negeri.
"Pastinya kembali kepada kustomer yang akan menentukan, apakah dengan pilihan-pilihan yang nanti diberikan, itu juga bisa memberikan satu keyakinan kepada kustomer untuk membeli. Jadi memang kalau kami dari sesama seller, pasti melihat ini sebagai satu peluang untuk bisa menambah atau membuat pasarnya bertumbuh. Jadi lebih dilihatnya dari sisi itu," tambah Tri.
Sebagai informasi, selama empat hari penyelenggaraannya, GIICOMVEC 2026 diikuti total 14 merek kendaraan komersial dari berbagai kategori, mulai dari light commercial vehicle, medium truck, heavy duty truck, hingga bus dan kendaraan khusus.
Adapun brand-brand tersebut di antaranya Daihatsu, DFSK, Farizon, Ford, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Sany, Suzuki, Toyota, Wuling, hingga Guangzi Auto.
Selain itu, lebih dari 35 merek industri pendukung turut berpartisipasi dengan menampilkan berbagai inovasi terbaru, mulai teknologi karoseri, suku cadang, hingga sistem manajemen armada digital.
(lua/din)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?