Wuling punya sejarah panjang sebelum menjelma menjadi raksasa otomotif Tiongkok seperti sekarang. Jauh sebelum melahirkan deretan mobil listrik seperti Air EV, Binguo EV, Cloud EV, Darion hingga Eksion, cikal bakal perusahaan ini bermula dari instruksi langsung pendiri Republik Rakyat Tiongkok Mao Zedong.
Tim redaksi detikOto merangkum perjalanan Wuling yang dipamerkan dalam museum sejarah resmi mereka di Liuzhou, Tiongkok.
Saat melangkah masuk ke dalam ruang pameran museum di Liuzhou, atmosfer industri masa lalu langsung terasa kental. Tata cahaya dan diorama raksasa di dinding membawa suasana kembali ke era pertengahan abad ke-20, menceritakan sebuah kisah bertahan hidup dan adaptasi Wuling dalam perkembangan zaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Museum Wuling di Liuzhou Foto: Ridwan Arifin |
Dikutip dari papan informasi museum, cikal bakal mobil Wuling berawal dari perusahaan bernama Pabrik Mesin Daya Liuzhou yang didirikan pada 28 Oktober 1958. Langkah ini diambil sebagai respons atas instruksi Ketua Mao Zedong yang meminta percepatan pembangunan industri di wilayah Guangxi.
"Perkembangan industri di Guangxi lambat, harus dipercepat," begitu bunyi informasinya saat Mao melakukan inspeksi ke wilayah Guangxi.
Setelah itu, gelombang besar proyek industri langsung bermunculan bak jamur di musim hujan di atas tanah Guangxi.
Museum Wuling di Liuzhou Foto: Ridwan Arifin |
Awalnya, pabrik tersebut memproduksi mesin diesel kapal. Namun mereka melakukan uji coba produksi traktor roda tipe 37 bermerek "Fengshou" yang artinya Panen. Nah, traktor pertanian klasik berwarna hijau tua metalik itu mengisi salah satu panggung utama museum.
Traktor itu laku keras. Pada pertengahan 1970-an, produksinya melonjak tajam hingga 40% per tahun, hingga mereka dinobatkan sebagai salah satu dari 8 pabrik traktor terbesar seantero Tiongkok.
Mesin jahit Wanjia di Museum Wuling, Liuzhou, Guangxi, China Foto: Ridwan Arifin |
Berada tepat di sebelah traktor dan dilindungi oleh kotak kaca pembatas, terdapat sebuah barang kontras untuk sebuah museum otomotif, yakni mesin jahit rumahan zaman dulu.
Ceritanya dimulai pada era 1980-an, permintaan traktor pertanian mulai merosot tajam. Agar dapur pabrik tetap mengebul dan ribuan karyawan tidak kehilangan pekerjaan, manajemen pabrik traktor ini dipaksa memutar otak dan beralih ke produk alat rumah tangga.
Di sinilah lahir mesin jahit merek Wanjia pada akhir tahun 1980. Menariknya, mesin jahit serbaguna ini dibuat dengan metode rekayasa balik meniru model buatan Taiwan. Selama empat tahun diproduksi (1981-1984), pabrik ini sukses menjual sebanyak 26.086 unit mesin jahit ke masyarakat.
Keuntungan dari penjualan mesin jahit tersebut menjadi modal berharga bagi perusahaan untuk melakukan lompatan terbesar, yakni membangun sebuah mobil.
Tepat pada 20 Januari 1982, Liuzhou mengukir sejarah baru. Lewat metode kerja manual alias diketok tanpa mesin robotik modern, mereka berhasil merakit mobil mikro pertama yang diberi kode LZ110. Mobil mungil ini dibangun berbasiskan kei-car Jepang dan sukses menjadi mobil mikro pertama yang lolos penilaian standar nasional Tiongkok.
Mobil pertama Wuling di Liuzhou Foto: Ridwan Arifin |
Sukses dengan LZ110, arah hidup perusahaan berubah total. Pada tahun 1985, identitas sebagai pabrik traktor ditanggalkan sepenuhnya, dan nama perusahaan resmi berganti menjadi pabrik mobil mikro Liuzhou.
Hanya dalam waktu 13 tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1998, volume produksi dan penjualan kendaraan mereka meroket hingga menembus angka 100.000 unit, menjadikannya jawara di segmen mobil mikro nasional.
Memasuki milenium baru, babak paling krusial dimulai. Pada tahun 2002, terbentuk kerja sama tiga pihak (tripartite joint venture) antara SAIC, General Motors, dan Wuling, yang melahirkan entitas SAIC-GM-Wuling (SGMW).
Di bawah bendera baru ini, SGMW melahirkan Wuling Zhiguang (Wuling Sunshine) pada tahun 2003. Kehadiran mobil mikrovan ini meledak di pasar karena menjadi andalan para pelaku usaha kecil di Tiongkok.
Museum Wuling di Liuzhou Foto: Ridwan Arifin |
Saking masifnya kontribusi mobil ini dalam menggerakkan ekonomi akar rumput, majalah bisnis global ternama, Forbes, sampai memajang Wuling Zhiguang di sampul utamanya pada Mei 2010 dengan julukan: "THE MOST IMPORTANT CAR ON EARTH" alias mobil paling penting di bumi. Penjualannya lebih dari 500 ribu per tahun. Bahkan jika diakumulasi sejak awal meluncur sudah tembus 4,35 juta unit.
Kisah kesuksesan Wuling terus berlanjut. Wuling Hongguang meluncur pada September 2010. MPV kompak inilah yang menjadi blue print dari Wuling Confero. Di pasar domestiknya, mobil ini memecahkan rekor penjualan menembus lebih dari 80.000 unit dalam satu bulan pada Agustus 2013.
Tak berhenti di sana, SGMW juga memperkenalkan Baojun 730 pada 30 Juli 2014. Mobil keluarga yang naik kelas ini merupakan cikal bakal dari Wuling Cortez di Indonesia.
Pada tahun 2009, mereka menjadi perusahaan otomotif tunggal pertama di Tiongkok yang penjualan tahunannya menembus 1 juta unit, dan melonjak dua kali lipat menjadi 2 juta unit pada 2015. Pendapatan mereka pun menembus angka fantastis 100 miliar yuan pada tahun 2016.
Tahun 2017 menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia. Anak perusahaan mereka, PT SGMW Motor Indonesia, secara resmi memulai operasional dan memproduksi mobil pertamanya langsung dari fasilitas pabrik megah di Cikarang, Jawa Barat.
Setelah sukses dengan mobil mesin pembakaran internal yang fungsional dan kompetitif, Wuling kembali membuat gebrakan di era modern.
Pada tahun 2020, mereka meluncurkan Hongguang Mini EV. Mobil listrik mungil ini langsung memicu demam EV global dan telah memikat lebih dari 1,6 juta pengguna. Keberhasilan platform micro-EV inilah yang menjadi fondasi global untuk melahirkan kendaraan listrik populer seperti Wuling Air ev, Binguo EV, dan Cloud EV di Indonesia.
Dari produksi mesin jahit hingga traktor, Wuling telah bertransformasi menjadi salah satu kekuatan utama kendaraan listrik di dunia.
(riar/rgr)

















































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi