×
Ad

Chery: Kami Belajar dari Toyota dan Tesla

Doni Wahyudi - detikOto
Sabtu, 02 Mei 2026 08:19 WIB
Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Chery menjadi eksportir mobil nomor satu di China, angka penjualan mereka secara global juga terus naik. Menatap era AI dan robot di masa depan, Chery mengaku belajar dari Toyota dan Tesla.

Dalam laporan tahunannya, Chery menyebut mereka telah menutup tahun 2025 dengan total penjualan kendaraan global mencapai 2.806.393 unit. Angka ini naik 7,8% dibanding tahun sebelumnya.

Angka tersebut menjadikan Chery sebagai eksportir mobil tertinggi di China. Capaian besar yang mengantar mereka jadi salah satu pabrikan otomotif dengan pertumbuhan tercepat secara global.

Launching Mobil Baru Chery di Beijing Autoshow Foto: Doni Wahyudi/detikoto

Tak bisa dipungkiri, sukses ini banyak terbantu oleh distribusi merek yang sangat gemuk. Sebagaimana diketahui, Chery Grup punya banyak sub-brand -- selain merek Chery itu sendiri. Di antaranya adalah Jaecoo, Jetour, Exeed, iCar, hingga Luxeed.

Belakangan, Chery juga agresif mengembangkan AI dan robot humanoid. Kondisi ini menjadikan Chery Group sebagai raksasa teknologi yang makin dipandang secara global.

"Kami (Chery Group) selalu belajar dari Toyota dan Tesla," kata Yin Tongyue, Chairman Chery Group, di Wuhu, China.

"Kepada Toyota kami belajar tentang sistem kualitas yang luar biasa. Yang kedua adalah Tesla, kami belajar bagaimana inovasi dan bagaimana mencapai disrupsi untuk melaksanakan pekerjaan kami," lanjut dia.

Mengikuti jejak Tesla, dan beberapa pabrikan lain, Chery grup dalam beberapa waktu terakhir agresif mengembangkan unit bisnisnya ke sektor industri robot dan AI. Menurut Yin Tongyue ada kedekatan antara otomotif dengan robot-AI.

"Jadi Tesla membuat robot, Chery membuat AiMOGA. Keuntungan terbesar Chery dalam membuat robot adalah robot dan mobil pintar memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dalam teknologi dasar, seperti persepsi, perencanaan, dan penghematan."

"Mobil pintar pada dasarnya adalah robot bergerak. Kami menggunakan konsep pembuatan mobil untuk menciptakan robot, mengejar inovasi, kualitas yang bagus, penghematan biaya yang bagus dan kemampuan skala yang maksimal," lanjut Yin.

Omoda O4 EV Foto: Doni Wahyudi/detikoto

Saat pabrikan lain yang mengembangkan robot untuk kebutuhan industri, Chery berjalan ke arah berbeda. Mereka menciptakan robot yang justru bisa digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Chery bahkan sudah menjual robot humanoid pertamanya di pasar domestik China.

"Kami sudah memanfaatkan kemampuan rekayasa manufaktur dalam puluhan tahun, kemampuan manajemen dan sistem. Sistem keandalan kualitas yang telah kami akumulasi dalam jangka panjang untuk pembuatan mobil, sebenarnya digunakan dalam penelitian dan produksi robot. Kami memperluas otak berbasis silicon mobil ke berbagai bentuk robot sehingga AiMOGA lebih aman, bisa bekerja dan juga bisa dikirim secara massal," papar Yin Tongyue lebih lanjut.



Simak Video "Video Chery Siap Bawa Mobil Listrik Kompak QQ3 ke RI"

(din/dry)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork