Mobil Merek Jepang dan Eropa Hengkang, Mobil China Kuasai Rusia

ADVERTISEMENT

Mobil Merek Jepang dan Eropa Hengkang, Mobil China Kuasai Rusia

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 09 Des 2022 18:35 WIB
Geely Rural Nanny
Mobil-mobil China menguasai pasar otomotif Rusia. Foto: Istimewa
Jakarta -

Imbas hengkangnya merek-merek mobil Jepang dan Eropa dari Rusia, kini merek China sukses mendominasi pasar mobil di negeri beruang. Mobil-mobil buatan China sukses merebut pangsa pasar hampir 30%.

Sebagian besar merek-merek mobil barat yang telah menanamkan investasinya di Rusia pada awal 2000-an, secara serentak menghentikan operasinya setelah Rusia lakukan invasi ke Ukraina pada bulan Februari 2022 lalu.

Merek-merek Eropa seperti Renault, Mercedes-Benz, merek Jepang-Nissan, serta merek Amerika Serikat-Ford, telah angkat kaki dari Rusia, dan memberi kesempatan kepada perusahaan otomotif lainnya untuk mengembangkan pasar di Rusia.

Dikutip dari Reuters, penjualan mobil penumpang dan kendaraan komersial ringan (LVC) di Rusia turun hampir 61%, karena sanksi barat mengekang akses Rusia ke beberapa material, ditambah adanya penurunan permintaan, serta harga yang tinggi.

Namun penjualan mobil penumpang merek China, termasuk Haval, Chery, dan Geely telah melonjak, naik menjadi 16.138 unit di bulan November 2022. Angka itu hampir dua kali lipat naik dari penjualan di bulan Januari 2022 yang membukukan 8.235 unit.

Secara total, penjualan mobil penumpang dan LCV baru Rusia adalah 46.403 unit pada bulan November. Asosiasi Bisnis Eropa (AEB) menyebutkan, target penjualan mobil di Rusia hingga akhir 2022 mencapai 600.000 unit.

Collector of Soviet-era Moskvich cars and blogger Stanislav Tsibulsky drives his Moskvich 403 in Troitsk outside Moscow, Russia May 18, 2022. Picture taken May 18, 2022. REUTERS/Evgenia NovozheninaMerek mobil era Uni Soviet, Moskvich, dihidupkan kembali di Rusia Foto: REUTERS/Evgenia Novozhenina

"Ada sedikit produksi merek mobil barat dan sedikit impor, sehingga pasar terbagi antara industri mobil Rusia dan China," kata analis otomotif Rusia Vladimir Bespalov kepada Reuters.

Merek mobil Rusia dan China akan menjadi pemain utama di industri otomotif Rusia. Merek lokal yang dihidupkan kembali--Moskvich, bakal mengisi ceruk pasar mobil dengan harga 1.500.000 rubel, (Rp 375.000.000). Sementara merek China menyasar segmen ceruk mobil berharga 2.500.000 rubel atau setara Rp 625.000.000.

Jika situasi ekonomi karena konflik tetap tidak berubah, produsen China dan Moskvich diprediksi dapat mencapai sekitar 35% penjualan di Rusia tahun depan. Kata Bespalov, tahun depan industri otomotif Rusia bakal pulih dengan penjualan mencapai 800.000 unit.



Simak Video "Kaleidoskop 2022: Rusia-Ukraina Belum Ada Tanda-tanda Gencatan Senjata"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT