Susul Wuling, Mobil Listrik DFSK Bakal Diproduksi di Indonesia

ADVERTISEMENT

Susul Wuling, Mobil Listrik DFSK Bakal Diproduksi di Indonesia

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 18 Nov 2022 20:15 WIB
DFSK ikut serta di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (11/8/2022).
Mobil Listrik Mungil Punya DFSK. DFSK akan memproduksi mobil listrik di Indonesia (Foto: Grandyos Zafna/detikcom).
Jakarta -

Merek mobil asal China, DFSK, mengungkapkan bakal memproduksi mobil listriik di Indonesia. Pabrik DFSK di Cikande, Serang, Banten, akan menjadi tempat perakitan kendaraan listrik.

DFSK mengklaim, mereka sudah menyiapkan fasilitas produksi kendaraan listrik. Tak hanya untuk pasar dalam negeri, mobil listrik rakitan lokal DFSK juga bakal dikirim ke luar negeri.

Pabrik DFSK di Cikande telah dirancang untuk bisa memproduksi berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan internal combustion engine (ICE) hingga kendaraan listrik.

"Kendaraan listrik sudah menjadi salah satu agenda DFSK ketika memulai bisnis di Indonesia, dan perlahan kami akan terus mempersiapkannya. Teknologi kendaraan listrik sudah menjadi DNA DFSK karena pusat R&D yang dimiliki sudah sejak lama mengembangkannya dan menghasilkan berbagai kendaraan yang dibutuhkan oleh konsumen di seluruh dunia. Kini DFSK sudah memiliki modal besar dalam hal produksi kendaraan listrik, yakni pabrik di Cikande, dan diharapkan bisa segera menghasilkan kendaraan-kendaraan yang diinginkan konsumen," kata Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi.

Pabrik DFSK sendiri sudah berdiri sejak 2017. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi maksimal hingga 50 ribu unit per tahun. Kapasitas ini bisa diatur secara fleksibel karena kemampuan produksi kendaraan DFSK hadir dengan teknologi robotik dan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih.

Pabrik tersebut sudah mengadopsi teknologi robotik hingga 90% untuk proses produksi. Teknologi robotik ini mengadopsi lengan robotik yang mendapatkan dukungan operasi otomatis melalui pemanfaatan internet untuk koordinasinya. Teknologi robotik ini diperlukan untuk memproduksi kendaraan listrik karena memiliki teknologi canggih dan membutuhkan tingkat presisi.

"Pemanfaatan fasilitas perakitan DFSK di Cikande akan membuat harga jual kendaraan listrik kami akan lebih terjangkau dari sebelumnya. Selain itu, penggunaan komponen lokal untuk meningkatkan TKDN juga akan memberikan stimulus bagi industri pendukung otomotif," pungkas Rofiqi.



Simak Video "RI Subsidi Rp 80 Juta untuk Mobil Listrik, Bagaimana Negara Lain?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT