Hukuman Berat Menanti Pelaku Tabrak Lari

ADVERTISEMENT

Hukuman Berat Menanti Pelaku Tabrak Lari

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 06 Nov 2022 07:32 WIB
ilustrasi kecelakaan mobil dan truk, tabrakan
Ilustrasi kecelakaan. Pelaku tabrak lari bisa saja dikenakan sanksi berat, apalagi jika tidak menunjukkan sikap tanggung jawab (Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah)
Jakarta -

Pengemudi Toyota Avanza yang kabur setelah menabrak pesepeda di perempatan Harmoni akhirnya menyerahkan diri. Pengemudi tersebut menyatakan siap bertanggung jawab.

Sebagai informasi, seorang pesepeda ditabrak lari oleh mobil di perempatan lampu merah Harmoni, Jakarta Pusat. Pemobil dikabarkan melarikan diri setelah kejadian tersebut.

Insiden itu dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, yang saat itu tengah bersepeda di lokasi. Dia menyebut insiden itu terjadi pukul 06.30 WIB.

Sabtu (5/11) malam, sopir Avanza itu akhirnya mendatangi Polres Jakarta Pusat untuk menyerahkan diri. Polisi mengatakan pelaku berinisial ML (35) itu ditahan sementara di Polres Metro Jakarta Pusat hingga proses mediasi selesai.

Polisi belum menetapkan pelaku ML sebagai tersangka dalam kasus tabrak lari. Polisi akan mengupayakan mediasi.

ML yang berprofesi sebagai driver taksi online ini menjelaskan kronologis dirinya menabrak pesepeda. ML mengaku saat itu mobilnya melaju saat lampu berwarna hijau. ML mengaku panik saat itu, sehingga melarikan diri. Akibat rasa panik itu juga dia menyerahkan diri ke Polres.

Peristiwa tabrak lari ini bukan kali pertama terjadi. Pengemudi yang melakukan tabrak lari dan tidak menunjukkan sikap tanggung jawabnya bisa dikenakan sanksi berat. Apalagi jika alasan kabur adalah untuk melepaskan tanggung jawab secara hukum.

Pemerhati masalah transportasi dan hukum, Budiyanto, mengatakan beragam motif pengemudi yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas berusaha melarikan diri dari tanggung jawabnya.

"Suatu kejadian kecelakaan di mana salah satu pihak yang diduga bersalah melarikan diri dengan motif latar belakang beragam, misal takut berhenti karena faktor keamanan, tidak tahu harus berbuat apa, dan yang paling konyol ingin melepaskan tanggung jawab secara hukum," kata Budiyanto dalam keterangannya.

Lanjut halaman berikut: Ancaman Sanksi Pelaku Tabrak Lari



Simak Video "Detik-detik Mobil Tabrak Pesepeda di Jakpus, Korban Sampai Mental"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT