Mobil Listrik di China Kok Bisa Murah? Profesor Jepang Ungkap Rahasianya

ADVERTISEMENT

Mobil Listrik di China Kok Bisa Murah? Profesor Jepang Ungkap Rahasianya

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Jumat, 30 Sep 2022 19:29 WIB
Operasional mobil listrik seperti bus kota hingga taksi di China juga didukung dengan fasilitas Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) atau SPBU Listrik. Yuk kit alihat proses pengisian listrik ke baterai kendaraan.
Mobil-mobil listrik di China (Foto: detiik.com)
Jakarta -

Berbeda dari Jepang dan Korea Selatan, produsen otomotif asal China mampu menjual mobil listrik dengan harga lebih terjangkau. Bahkan, tak sedikit yang nominalnya justru lebih murah dibandingkan mobil konvensional.

Salah satunya adalah, Wuling Hongguang Mini EV yang dipasarkan secara domestik di China. Mobil listrik mungil ini dijual sekitar Rp 65 jutaan di sana. Kenyataan tersebut yang membuat banyak orang penasaran, termasuk Professor Masayoshi Yamamoto dari Universitas Nagoya, Jepang.

Dikutip dari Nikkei Asia, Yamamoto yang kadung penasaran akhirnya memesan satu unit Hongguang Mini EV untuk kemudian dibongkar dan diteliti. Tak disebutkan dasar atau standar penelitian yang dilakukan oleh Yamamoto terhadap mobil tersebut.

Dia membuka satu demi satu komponen yang terdapat di kendaraan tersebut, bahkan hingga bagian terkecil.

Setelah semua komponennya terlepas, Yamamoto lalu menyusunnya di permukaan meja. Dia menghitung satu per satu harga komponen tersebut. Hasilnya, dia mengklaim, jika ditotal nilainya hanya 480 ribu yen atau sekira Rp 50 juta. Nominal itu lebih kecil Rp 15 juta dibandingkan harga jualnya di China.

"Mini EV kemungkinan akan mengalami lebih banyak masalah daripada banyak kendaraan listrik, yang sebagian besar dirancang untuk bertahan selama 20 tahun, atau 200.000 km," ujar Yamamoto usai mengetahui komponen-komponen apa saja yang digunakan di Hongguang Mini EV.

Hongguang Mini EV versi gameboyHongguang Mini EV versi gameboy Foto: Wuling

Menurut Yamamoto, komponen yang terdapat di Hongguang Mini EV mudah ditemukan di toko-toko dan harganya memang murah. Misalnya, bearing yang terpasang di kendaraan tersebut rupanya biasa digunakan juga di mobil konvensional, Sehingga, bukan komponen khusus yang hanya ditujukan untuk mobil listrik.

Jeroan Wuling Air EVJeroan Wuling Air EV Foto: doc. Nikkei Asia

Bukan hanya itu, Yamamoto menambahkan, Wuling Hongguang Mini EV juga tak memiliki teknologi pengereman regeneratif. Sehingga, ongkos produksinya menjadi jauh lebih murah.

Berdasarkan hasil pembedahan tersebut, Yamamoto juga menemukan, komponen yang dipilih memiliki kualitas yang rendah. Itu tandanya, pabrikan hanya berpegang pada prinsip 'yang penting ada' ketimbang mengutamakan ketahanan dan keamanan.

Menurut Yamamoto, komponen-komponen umum tersebut memiliki potensi kerusakan cukup tinggi. Namun, mengingat keberadaannya mudah ditemukan dan harganya terbilang murah, maka pemilik kendaraan tak akan mengalami kesulitan saat ingin menggantinya.

Beda Wuling Hongguang Mini EV dengan Wuling Air EV

Untuk diketahui, Wuling Hongguang Mini EV yang dijual di China sama sekali berbeda dengan Wuling Air EV yang dijual di Indonesia. Salah satunya perihal klaim Wuling Hongguang Mini EV tak memiliki teknologi pengereman regeneratif, sementara pada Wuling Air EV yang dijual di Indonesia dipastikan disematkan teknologi tersebut.

Sebagaimana diketahui, Wuling Air EV kini menjadi mobil listrik paling laris di Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan setelah resmi diluncurkan.

Wuling Air ev diklaim memiliki beberapa keunggulan, antara lain didukung rangka kokoh dan dibalut desain eksterior future-tech, yang memadukan unsur teknologi serta futuristis. Pengisian daya mudah karena dapat dilakukan di rumah juga menjadi salah satu keunggulan dari mobil listrik ini. Wuling pun memastikan bahwa keamanan baterai di kendaraan listriknya ini terjamin, sehingga konsumen dapat merasa tenang selama perjalanan.

Mobil listrik ini ditunjang penggunaan Intelligent Tech Dashboard di bagian depan yang memadukan panel dan kenop futuristik serta layar antarmuka luas.

Entertainment system pada head unit juga sudah dilengkapi dengan konektivitas internet sehingga pengguna bisa mengakses beragam hiburan yang menjadikan perjalanan semakin menyenangkan.

Wuling menyebut Air EV untuk pasar Indonesia sudah melalui serangkaian pengujian, yang membuatnya bukan saja nyaman tapi juga memperhatikan faktor keamanan.

(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT