Harganya di Bawah Rp 200 Juta, tapi LCGC Harusnya Tetap 'Minum' Pertamax

ADVERTISEMENT

Harganya di Bawah Rp 200 Juta, tapi LCGC Harusnya Tetap 'Minum' Pertamax

Dina Rayanti - detikOto
Rabu, 24 Agu 2022 08:37 WIB
LCGC tak isi bensin beroktan 92
LCGC dianjurkan untuk 'minum' Pertalite. (Foto: Ridwan Arifin/detikOto)
Jakarta -

Meski disebut-sebut sebagai mobil murah, mobil-mobil pada segmen Low Cost Green Car (LCGC) harusnya tetap minum Pertamax, bukan Pertalite seperti yang kini banyak terjadi.

Dibandingkan dengan segmen kendaraan lain di Indonesia, mobil-mobil Low Cost Green Car (LCGC) punya harga jual paling murah. Seluruh model LCGC tidak ada yang harganya tembus Rp 200 juta.

LCGC termahal ada pada Honda Brio Satya CVT dengan banderol Rp 186,4 juta. Sisanya, tentu lebih murah dari Honda Brio Satya termahal itu.

Sekalipun mendapat julukan 'mobil murah', nyatanya untuk urusan BBM LCGC justru tidak disarankan mengisi BBM dengan oktan rendah. Bagi kamu yang belum tahu, mobil LCGC itu direkomendasikan untuk menggunakan BBM dengan kandungan Research Octane Number (RON) minimal 92 atau BBM jenis Pertamax, Shell Super, hingga Revvo 92.

Rekomendasi tersebut, juga tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi tinggi nomor 29/IUBIT/PER/9/2014.

Tercantum dalam BAB IIIA Perilhal Penandaan, butir 4 aturan bahan bakar LCGC disebutkan bahwa. Informasi penggunaan bahan bakar sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sebagai berikut:

- Untuk kendaraan bermotor dengan motor bakar cetus api berbunyi 'gunakan bahan bakar minimal Octane Number 92, dan
- Untuk kendaraan bermotor dengan motor bakar nyala kompresi berbunyi 'gunakan bahan bakar minimal Cetane Number (CN) 51.

Kemudian dalam Peraturan Menteri Perindustrian nomor 36 tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah juga disebutkan bahwa mobil LCGC menggunakan penandaan informasi penggunaan bahan bakar dengan tingkat paling rendah octane number 92 untuk bensin atau cetane number 51 untuk diesel yang dicantumkan pada penutup tangki bahan bakar bagian dalam dan pojok bawah kaca belakang.

Perlu diketahui juga, rata-rata mobil LCGC ini memiliki rasio kompresi mesin di atas 10:1. Itu berarti, mesin yang diusung LCGC memang cocoknya menggunakan BBM minimal RON 92 untuk menunjang performa kendaraan.

Sedangkan bila diisi BBM sejenis Pertalite (RON 90), bisa saja performa mesin tidak optimal dan kalau dibiarkan bukan tidak mungkin mobil rentan akan kerusakan. Ujung-ujungnya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk membetulkan kerusakan pada mesin mobil.



Simak Video "LCGC Tak Lagi 'Murah', Ini Tanggapan Daihatsu"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT