ADVERTISEMENT

Subsidi BBM Makin Besar, Pemerintah Tambah Gencar Dorong Penggunaan Mobil Listrik

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 19 Agu 2022 17:30 WIB
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya bersinergi membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Jakarta, Senin (25/7/2022).
Ilustrasi SPKLU untuk kendaraan listrik Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah Indonesia terus mengajak para investor otomotif untuk bisa memproduksi kendaraan listrik di Indonesia. Bahkan berbagai kebijakan dan keuntungan diberikan pemerintah, agar masyarakat dan pabrikan mau beralih untuk menggunakan kendaraan listrik.

Tapi apa sih alasan sebenarnya pemerintah ngotot agar masyarakat dan para pelaku industri pindah menggunakan kendaraan listrik. Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan-Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, Septian Hario Seto menerangkan apa yang yang menjadi alasannya.

"Karena kalau dihitung per mobil mereka jalan 12.000 km per tahun, anggap konsumsi BBM-nya 1:8 dikalikan subsidi misalnya Rp 5000, itu kita hitung setahun masing-masing mobil subsidi Rp 7,5 juta, lalu kalau jalan selama 10 tahun itu bisa dibayangkan subsidinya," ucap Septian Hario Seto, pada ajang GIIAS 2022 di Booth Chery.

Septian menambahkan saat ini subsidi untuk BBM sangatlah tinggi, bahkan melebihi budget yang telah dianggarkan negara.

Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

"Apalagi pemerintah tahun ini akan mengeluarkan biaya subsidi dan kompensasi cukup besar Rp 502 triliun, tadinya kita cuma anggarkan Rp 152 triliun, tapi karena harga minyak dan lain-lain jadi naik menjadi Rp 502 T, jadi elektrifikasi di sektor transportasi ini sangat penting, untuk itu pemerintah akan mendorong habis untuk ini," ujar Septian.

Lalu langkah lain apa yang akan dikeluarkan pemerintah untuk bisa mempercepat elektrifikasi nih? Septian membocorkan ada berbagai upaya yang disiapkan untuk bisa mendukungnya, selain kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah.

"Terus terang kita masih menggodok insentif-insentif menarik lainnya untuk kendaraan listrik, tapi masih dalam tahap godok. Apa itu? maaf saya belum bisa bocorkan saat ini, pokoknya tunggu saja," kata Septian.

Dalam pemberitaan detik.com sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal mengumumkan kenaikan harga BBM pekan depan. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Merespons hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, pihaknya menunggu arahan pemerintah.

"Ya kita tunggu arahan dari Pemerintah," katanya kepada detikcom, Jumat (19/8/2022).

Ia menambahkan, kenaikan harga BBM subsidi merupakan kewenangan pemerintah. Sementara itu, dia menambahkan, harga Pertalite masih dipatok Rp 7.650/liter.

"Hingga saat ini harga Pertalite masih di Rp 7.650 sesuai yang ditetapkan Pemerintah," ujarnya.



Simak Video "Bangun Infrastruktur Transportasi Publik Solusi BBM Naik"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT