ADVERTISEMENT

Duh! Dolar AS Meroket, Harga Mobil Bisa Naik Lagi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 15 Jul 2022 13:06 WIB
Suasana GIIAS 2019
Nilai tukar dolar AS menguat, harga mobil bisa terdongkrak (Foto: Dok. Seven Events)
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah masih tinggi. Rupiah makin loyo setelah hampir menyentuh Rp 15.000. Pagi ini, dolar AS mencapai Rp 14.992. Menguatnya dolar AS ini akan berdampak juga pada industri otomotif. Harga mobil bisa naik!

Diberitakan detikFinance, dari data RTI mata uang Paman Sam berada di level tertingginya pada Rp 15.000 dan terendahnya Rp 14.974. Dolar AS menguat terhadap rupiah secara harian hingga bulanan.

Industri otomotif akan kena dampaknya jika kurs dolar AS terus menguat. Efeknya, harga mobil bisa naik lagi.

"Tentu ada pengaruh ke biaya atau cost. Tapi harus kami monitor trennya seperti apa. Termasuk angka inflasi, harga material dan lain-lain," kata Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Anton Jimmi Suwandy kepada detikcom, Jumat (15/7/2022).

Anton menyebut, pihaknya terus memantau kondisi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Dia menilai, ada kemungkinan harga mobil naik lagi karena pengaruh dolar AS, meski per 1 Juli 2022 Toyota baru mengerek harga mobilnya.

"Bulan Juli ini baru saja ada kenaikan harga. Saat ini masih monitor dulu, tapi kemungkinan kenaikan harga lagi memang masih ada," ucap Anton.

"Kita akan lihat trennya, apakah akan berubah drastis atau tidak," sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, memang nilai tukar dolar AS menjadi salah satu faktor penentuan harga mobil. Namun, kata Billy, Honda berusaha menekan kenaikan biaya agar harga mobilnya tidak melambung tinggi.

"Penyesuaian harga banyak faktornya. Nilai tukar mata uang asing salah satunya. Faktor lain seperti inflasi dan juga kenaikan biaya produksi (kenaikan bahan baku, biaya logistik dll) yang sangat tinggi juga bisa menyebabkan kenaikan harga. Namun kami selalu berusaha menekan kenaikan biaya tersebut dengan berbagai efisiensi di segala lini dan meningkatkan produktivitas kerja," sebut Billy kepada detikcom, Jumat (15/7/2022).



Simak Video "Bensin Mahal? Nih Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT