Pabrikan Berlomba Bikin Mobil Nyetir Sendiri, Tapi Tidak untuk Ferrari

Hafizh Gemilang - detikOto
Senin, 20 Jun 2022 20:35 WIB
Ferrari Indonesia meluncurkan Ferrari Portofino M di dealer Ferrari Jakarta, Kamis (03/06/21). Penasaran?
Ferrari enggan membuat mobil yang dapat menyetir sendiri, alias kendaraan otonom. (Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto)
Jakarta -

Pabrikan mobil dunia tengah berlomba-lomba untuk menciptakan mobil yang dapat menyetir sendiri, alias kendaraan otonom. Namun tidak untuk pabrikan mobil mewah asal Italia, Ferrari.

Dilansir dari Bloomberg, Ferrari belum lama ini menjamu para ahli di bidang artificial intelligence (AI) yang menginginkan Ferrari untuk mengembangkan mobil yang dapat menyetir sendiri.

Alih-alih mendengarkan presentasi dari pada ahli AI tersebut, CEO Ferrari mengajak mereka untuk merasakan langsung sebuah Ferrari melaju di trek.

"Para ahli AI tersebut sudah naik Ferrari bersama test driver kita," ujar Benedetto Vigna CEO Ferrari.

"Ketika mereka keluar dari Ferrari tersebut, mereka langsung bilang kepada saya, OK Benedetto, presentasi kami akan sia-sia," lanjutnya.

Benedetto mengatakan mereka tidak akan membuat mobil dengan kemampuan otonom tingkat tinggi, yang artinya mobil yang dapat beroperasi tanpa intervensi manusia.

"Tidak ada konsumen yang mau mengeluarkan uang kepada sebuah komputer di dalam mobil untuk menikmati perjalanan," papar Benedetto yakin.

"Nilai dari sebuah manusia, manusia yang utama, hal tersebut fundamental," tutupnya.

Kendati demikian, Ferrari tetap akan mendatangkan mobil-mobil yang dibekali dengan teknologi canggih seperti driver-assistance. Hal ini dibuat untuk menambah keselamatan dan keasyikan berkendara.

Contohnya di Ferrari Roma yang belum lama ini rilis di pasar Indonesia. Grand Tourer kelas bawah yang dimasukkan Ferrari ini hadir dengan fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang canggih.

ADAS di Ferrari ini dilengkapi dengan segudang radar untuk membaca objek di sekitarnya yang dapat membuat mobil terhindar dari menabrak objek tersebut.

Selain itu, ada fitur otonomos level rendah, di mana mobil ini memiliki fitur Adaptive Cruise Control. Fitur ini membuat Ferrari dapat berjalan secara otomatis di kecepatan yang diinginkan pengendara dan dapat mengikuti kendaraan di depannya.

Namun segudang fitur canggih di Ferrari saat ini, tidak membuatnya serta-merta dapat berjalan sendiri, bak Tesla. Fitur ini masih mengharuskan pengendaranya untuk melakukan intervensi ke setir dalam kondisi tertentu.



Simak Video "Asyiknya Ferrari Roma Dipakai Harian"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/rgr)