ADVERTISEMENT

Tarif Ngecas Mobil Listrik Vs Biaya Isi Bensin, Mana yang Lebih Murah?

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 14 Jun 2022 15:12 WIB
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di PLN UID Jakarta Raya, Selasa (29/10/2019). Dalam kesempatan ini Deddy Corbuzier juga mencoba fasilitas charger di PLN UID ini.
Mana yang lebih murah, isi listrik di SPKLU atau isi bensin di SPBU? Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Kalau bicara biaya operasional kendaraan, mobil listrik kerap diklaim lebih hemat ketimbang mobil bensin. Adapun saat ini tarif pengisian listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 28 tahun 2016 adalah sebesar Rp 1.650/kWh. Namun pada kenyataannya, tarif pengisian listrik di SPKLU ada yang mencapai Rp 2.466/kWh.

Sedangkan untuk pengisian baterai di rumah, biaya yang dikenakan sesuai dengan tarif per kWh sesuai golongan pelanggan. Pelanggan dengan rumah berdaya R2 3.500VA-5.500VA dan R3 6.600VA ke atas dikenakan tarif Rp 1.444,70/kWh.

Beda halnya dengan pengisian BBM mobil. Pengisian BBM mobil tergantung dari jenis bahan bakar yang digunakan. Di Indonesia, ada beberapa jenis BBM mulai dari RON 90 sampai RON 98.

Lalu mana yang lebih murah?

1. Tarif Pengisian Listrik di SPKLU

Tarif pengisian mobil listrik tentu tergantung dari kapasitas baterai yang diusung. Perlu digarisbawahi, simulasi perhitungan ini menggunakan tarif listrik di SPKLU yang tertinggi yakni Rp 2.466/kWh.

Hyundai Ioniq 5 dengan kapasitas baterai kapasitas baterai 58 kWh maka tarifnya dikenakan Rp 143.028. Dengan biaya segitu, mobil Hyundai Ioniq 5 Standard Range bisa menempuh jarak 384 km.

Kemudian bila mobil yang digunakan Hyundai Ioniq Long Range dengan kapasitas baterai 72,6 kW maka biaya yang dibutuhkan untuk mengecas adalah Rp 179.031,6. Biaya Rp 179 ribuan itu bisa membuat mobil melaju sejauh 481 km.

Beralih ke mobil listrik Nissan Leaf. Memiliki kapasitas baterai 40 kWh, biaya yang dibutuhkan untuk mengisi daya Nissan Leaf berarti Rp 98.640. Biaya itu cukup untuk membuat mobil melaju 311 km.

2. Tarif Isi Bensin

Kini untuk tarif pengisian mobil bensin. Untuk jenis BBM-nya menggunakan Pertalite dan Pertamax. Untuk modelnya, mengambil dari golongan Low Cost Green Car (LCGC) yang diklaim memiliki konsumsi BBM rata-rata 20 km/liter. Misalnya mobil diisi dengan BBM jenis Pertalite 7.650/liter, maka untuk menempuh jarak sejauh 384 km akan membutuhkan biaya Rp 146.880. Hasil ini didapat dari membagi jarak dengan konsumsi BBM rata-rata. Baru setelahnya dikalikan dengan tarif BBM per liter.

384 km:20 km/liter= 19,2 liter
19,2 liter x Rp 7.650= Rp 146.880

Maka dari itu, kalau jaraknya 481 km, maka biaya yang dibutuhkan untuk mengisi bensin sebesar Rp 183.982,5.

Lalu untuk mobil yang diisi dengan BBM jenis Pertamax, dengan tarif Rp 12.500/liter maka membutuhkan biaya Rp 240.000. Sementara untuk bisa menempuh jarak 481 km dengan BBM Pertamax, pengendara harus merogoh kocek Rp 300.625.

Biaya yang dikeluarkan akan lebih besar kalau konsumsi BBM di bawah 20 km/liter. Misalnya mobil yang kamu kendarai konsumsi BBM-nya 10 km/liter. Untuk bisa menempuh jarak 384 km, maka membutuhkan biaya Rp 293.760. Sedangkan untuk bisa menempuh jarak 481 km, pengendara harus siap merogoh kocek Rp 367.995 dengan BBM jenis Pertalite.

Sementara bila BBM yang digunakan jenis Pertamax, pengendara akan mengeluarkan biaya Rp 480.000 untuk jarak 384 km dan Rp 601.250 untuk menempuh 481 km.

Bila diperhatikan, biaya operasional kendaraan listrik memang cenderung lebih murah.



Simak Video "Ubah Kebiasaan, Ngecas Mobil Listrik Gak Harus Tunggu Habis"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT