Subaru Ikutan Bangun Pabrik Khusus Mobil Listrik Nih

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 14 Mei 2022 18:13 WIB
Subaru XV
Ilustrasi Subaru XV Foto: Dok. Subaru
Jakarta -

Saat ini sudah banyak produsen otomotif yang semakin gencar terhadap elektrifikasi. Sekarang giliran Subaru yang mengumumkan akan segera membangun fasilitas produksi kendaraan listrik di Jepang.

Dilansir Nikkei Asia, pengumuman rencana pembangunan pabrik mobil listrik disampaikan oleh Subaru pada Kamis (12/5/2022) waktu setempat kemarin. Subaru bahkan telah melakukan investasi besar-besaran hingga US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 27,8 triliun.

Kabarnya, pabrik mobil listrik tersebut akan dibangun di dekat pabrik utama Subaru dan fasilitas lainnya di Ota, Prefektur Gunma, Jepang. Belum diketahui secara pasti seberapa banyak target produksi di pabrik tersebut, namun diyakini Subaru sanggup merakit puluhan ribu unit mobil listrik per tahun.

Sejauh ini Subaru menjadi salah satu pabrikan otomotif yang cukup lambat dalam transisi ke mobil listrik. Subaru juga masih fokus dalam menjual mobil dengan mesin pembakaran internal dibandingkan sejumlah merek lainnya.

Subaru ForesterIlustrasi Subaru Forester Foto: Subaru

Namun bukan berarti Subaru tak ikut dalam tren elektrifikasi, pabrikan asal Jepang itu telah meluncurkan mobil listrik pertamanya secara global, yakni Solterra. Bahkan kabarnya Subaru telah membuka keran pemesanan SUV listrik itu sejak 12 Mei.

Subaru mengembangkan sasis Solterra bersama dengan Toyota Motor. Lantas, Subaru mengalih dayakan produksi mobil listrik tersebut ke pabrik Toyota Motomachi di Prefektur Aichi, Jepang.

Sampai sekarang Subaru telah memproduksi sekitar 700.000 unit mobil per tahun, namun sebagian besar kendaraan yang dirakit masih mengusung mesin pembakaran internal (ICE). Meski begitu, Subaru berharap dapat meningkatkan penjualan mobil hybrid dan listrik hingga 40 persen pada 2030 mendatang.

Tak hanya Subaru, sejumlah produsen otomotif lainnya juga telah mengumumkan rencana produksi mobil listrik. Misalnya Honda yang akan menyetop penjualan kendaraan BBM, lalu rencananya akan fokus membangun jalur produksi baru khusus mobil listrik di China dan Amerika Utara.

Volkswagen juga rencananya akan membangun pabrik khusus untuk memproduksi kendaraan listrik di Jerman. Selain itu, Nissan Motor juga kabarnya akan merenovasi pabriknya di Amerika Serikat, demi bisa merakit mobil listrik di fasilitas tersebut yang mulai dioperasikan pada 2025 mendatang.



Simak Video "Kenapa Subaru Forester Diimpor dari Jepang, Kan Bisa dari Malaysia?"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/lth)