ADVERTISEMENT

140 Ribu Mobil Mercedes-Benz Kena Recall, Bagaimana dengan Pengguna Indonesia?

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Selasa, 26 Apr 2022 18:38 WIB
Jakarta -

Pabrikan mobil asal Jerman, Mercedes-Benz, mengadakan kampanye pemanggilan ulang (recall) terhadap sekitar 140 ribu mobilnya. Hal ini dilakukan karena adanya masalah pada bagian kamera belakang dan juga ground cable.

Dilansir dari AutoBlog, recall untuk bagian kamera belakang ini dilakukan terhadap 126.443 unit Mercedes-Benz tipe CLA-Class, CLE/GLS-Class, A-Class, C-Class, E-Class, E-Class Coupe, GLA/GLB-Class, GLC-Class, CLS-Class, hingga model anyar EQC-Class produksi tahun 2020 hingga 2021.

Kendala yang terjadi adalah tangkapan gambar dari kamera belakang bisa saja tidak tampak di layar. Indikator lainnya adalah muncul layar gelap atau indikator bahwa kamera belakang tidak dapat bekerja.

Mercedes-Benz mengatakan ini adalah masalah pada bagian software dan bisa terdampak pada mobil yang dibangun dengan modul komputer dari beberapa suplier.

Dalam arti, pemilik kendaraan perlu mengecek apakah mobilnya terdampak atau tidak. Mercedes-Benz juga akan mengirim surat resmi, jika mobil yang bersangkutan ternyata menggunakan komponen yang bermasalah.

Recall kedua lebih serius ketimbang masalah software pada kamera belakang. Masalah ini terjadi pada bagian ground cable dan dapat membuat temperatur mobil menngkat hingga kebakaran karena kesalahan pada bagian kelistrikan.

"Dikombinasikan dengan arus listrik tinggi yang berpotensi mengalir melalui sambungan ini, suhu di area ini mungkin meningkat," kata Mercedes-Benz dalam laporan kerusakannya.

"Akibatnya, risiko kebakaran tidak dapat dikesampingkan," lanjut laporan tersebut.

Adapun daftar mobil Mercedes-Benz yang termasuk dalam program recall ground cable ini adalah beberapa dari GLE450 dan GLS450 produksi 2020-2022, AMG GLE53 produksi 2021-2022, GLE580 produksul 2020-2021, AMG GLE63 produksi 2021, GLS580, Maybach GLS600, hingga AMG GLS63 yang keluar dari pabrik dengan ground connection 48V yang longgar di bawah bangku penumpang.

Namun pengguna Mercedes-Benz di Indonesia rasanya tak perlu khawatir. Sebab Mercedes-Benz Indonesia hingga berita ini ditayangkan belum mengumumkan informasi recall serupa.

"Sebagai informasi, recall yang dilakukan di AS (Amerika Serikat) untuk saat ini berlum terinfor dan berlaku untuk pasar Indonesia," ujar Dennis Kadaruskan Department Manager Public Relation Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI).

(mhg/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT