Penjualan Mobil di Indonesia Diprediksi Tembus 960 Ribu Unit Tahun Ini

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 15 Apr 2022 08:34 WIB
Acara GIIAS 2019 tak hanya memamerkan mobil-mobil keren, tapi juga SPG cantik yang menjadi pemanis acara. Booth Toyota salah satunya.
Toyota mengalami kenaikan penjualan pada kuartal I tahun 2022 (Rifkianto Nugroho/detikOto)
Jakarta -

Toyota memprediksi penjualan mobil di Indonesia bisa lebih tinggi dari target Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Toyota yakin industri otomotif nasional bisa tembus hingga 960 ribu unit.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer pada sepanjang Januari - Maret 2022 sebanyak 263.822, sementara retail sales atau penjualan dari dealer ke konsumen sebanyak 238.377 unit.

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor Henry Tanoto, mengatakan industri otomotif nasional memiliki prospek yang positif hingga akhir tahun 2022 usai catatan penjualan di kuartal pertama tahun ini.

"Kami optimis penjualan tahun ini dapat lebih tinggi dari prediksi Gaikindo yaitu berada di angka 900 ribuan unit. Jadi kita perkirakan dengan tren positif ini, kita bisa mencapai sekitar 900 ribu sampai 960 ribu unit. Apalagi pemerintah masih memberikan insentif PPnBM terhadap LCGC (Low Cost Green Car)," ujar Henry saat bincang virtual, Kamis (14/4/2022).

Bicara kiprah Toyota pada tiga bulan pertama tahun 2022 memang mengalami tren kenaikan. Toyota masih memimpin pasar dengan total penjualan wholesales 81.095 serta market share 30,7 persen.

Lebih rinci wholesales Toyota pada Januari 22.886 unit, Februari 24.865 unit, dan Maret 33.344 unit. Sedangkan retail sales; Januari 22.906 unit, Februari 21.187 unit, dan Maret 30.935 unit.

Sementara penjualan secara nasional menunjukkan tren yang positif. Sebanyak 263.822 unit pada awal tahun 2022, atau naik 41,1 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Henry membeberkan faktor pendorong pencapaian tersebut. Mulai dari daya beli yang meningkat, insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah), hingga momen lebaran.

"Pertumbuhan positif berkat dukungan, dan effort berbagai pihak, seperti pemerintah melalui pemberian insentif PPnBM dan juga tentu kegiatan pameran yang kita lakukan di quarter pertama ini, serta partisipasi seluruh APM, termasuk Toyota yang menghadirkan produk dan layanan, yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan," ujar dia.

"Ini semuanya meningkatkan antusiasme masyarakat, sehingga mendukung penjualan Toyota di kuartal pertama dengan wholesales mencapai lebih dari 81 ribu unit atau naik sekitar 41,2 persen dibandingkan tahun kemarin pada periode yang sama," sambungnya.

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, penjualan mobil belum pulih 100%. Angkanya masih jauh di bawah penjualan mobil saat normal sebelum pandemi.

Data Gaikindo mencatat, sepanjang 2021 wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mobil mencapai 887.202 unit. Angka itu naik 66,8% dibanding perolehan tahun sebelumnya yang cuma 532.027 unit.

Sementara secara retail atau penjualan dari dealer ke konsumen tercatat sebanyak 863.348 unit. Penjualan mobil secara retail sepanjang 2021 juga naik 49,3% dibanding tahun 2020 yang hanya sebanyak 578.321 unit.

Tapi perlahan industri otomotif mulai merangkak naik seiring dengan membaiknya situasi ekonomi dan penanganan COVID-19.

Meski masih jauh dari kondisi normal sebelum pandemi COVID-19, penjualan mobil selama 2021 telah melampaui target. Sebelumnya, Gaikindo menetapkan target penjualan mobil tahun 2021 hanya sebanyak 750 ribu unit. Kenyataannya, penjualan mobil bisa diperoleh di atas 800 ribu unit.



Simak Video "Tembus Rp 2 Miliar, Ini Daftar Mobil Termahal Toyota di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)