DP Mobil Puluhan Juta Punya Konsumen Dipakai Trading, Oknum Sales Penipu Disebut Sudah Resign

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 09 Mar 2022 16:37 WIB
beli mobil
Kembali terjadi konsumen ditipu sales mobil. DP dan uang muka raib dipakai oknum sales untuk trading. (shutterstock)
Jakarta -

Penipuan yang dilakukan oknum sales di dealer resmi Honda kembali terjadi. Duit Rp 91 juta milik Nada Sylvia Nova raib saat ingin membeli satu unit Honda BR-V di salah satu dealer di Bandung.

Nada ditawari promo-promo oleh oknum sales tersebut. Dia percaya lantaran Nada pernah membeli mobil dengan oknum sales itu pada 2020.

"Dia chat saya lewat Whatsapp nawarin mobil Honda. Dia ajak jalan-jalan (ke dealer mobil-Red). Dia memakai seragam Honda, makanya saya percaya. Nah, terus dia bilang, nanti ada promo dan sebagainya," cerita Nada saat dihubungi detikcom, Rabu (9/3/2022).

Singkat cerita, Nada sudah transfer uang total sebanyak Rp 91 juta secara bertahap. Uang Rp 91 juta itu disebut oknum sales sebagai uang muka dan cicilan pertama. Oknum sales mengiming-imingi agar mobil cepat dikirimkan, Nada harus membayarkan DP dan cicilan pertama. Uang itu ditransfer ke rekening pribadi oknum sales sebesar Rp 5 juta (Rp 2 juta di antaranya disetor oknum sales ke rekening resmi Honda), sisanya dikirim ke virtual account yang disebut oknum sales sebagai virtual account resmi dealer Honda.

Hingga akhirnya terkuak bahwa uang yang disetorkan oknum sales ke dealer cuma Rp 2 juta. Sisanya, oknum sales itu mengaku menggunakan uang tersebut untuk trading.

"DN ngaku kalau duitnya malah dipakai trading. Saya marah lah. Terus duit aku gimana Rp 90 juta. Dia bilang yang dimasukin ke Honda cuma Rp 2 juta. Jadi saya transfer pertama ke rekening pribadi DN Rp 5 juta, setelah rekening pribadi ke virtual account. Sama si DN ditransfer ke Honda cuma Rp 2 juta. Dan di SPK itu nomor saya tuh dipalsukan sama DN, pakai nomor istrinya," ujar Nada.

Menurut Nada, pihak dealer Honda membantu mencari oknum sales tersebut. Pihak dealer bilang bahwa oknum sales itu sudah mengundurkan diri atau resign, kata Nada.

"SPV tuh ngomong, kita sama-sama korban DN juga katanya. Aku sempat nanya, nggak ada pertanggungjawaban Honda kaya ganti unit kek. Terus katanya, nggak bisa itu mah. Bantu cari (oknum sales) mah bantu cari," ujar Nada.

"Yang aku aneh, SPV bilang, si DN itu udah resign. Kalau misalkan resign mana surat resign-nya? Kan saya transfer Februari, dia resign Maret, duluan mana? Terus katanya udah di-SP tiga kali karena DN nggak masuk dua minggu, DN bilangnya karena COVID. Mana surat SP-nya? Surat resign-nya mana?" ucapnya.

Alasan hampir mirip juga dikatakan dalam kasus yang dialami Yunita Sari di dealer Honda MT Haryono, Jakarta. Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi juga penipuan oleh oknum sales mobil di dealer Honda MT Haryono Jakarta. Yunita yang merasa ditipu rugi Rp 47 juta.

Pihak dealer bilang bahwa oknum sales yang menipu Yunita itu belum menjadi karyawan Honda, belum tanda tangan kontrak, masih training, baru kerja 2 minggu, ID Card palsu dan kartu nama dicetak sendiri.

"Kok bisa dibiarkan melakukan penjualan kalau masih training? Kok leluasa banget menipu secara terang-terangan di dalam dealer? dan kok bisa id card dan kartu nama nyetak sendiri, kan setiap hari ketemu dan lihat donk id card menggantung di lehernya itu serta dia menenteng2 form SPK palsu nya itu ke mana2," kata Yunita.

Sementara itu, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, pihaknya bersama dealer terkait sedang menangani kasus tersebut.

"Iya sedang kami tangani bersama dealer terkait. Yang pasti kami akan memberikan solusi terbaik kepada konsumen ya," kata Billy kepada detikcom, Rabu (9/3/2022).



Simak Video "Klarifikasi Dealer Honda Terkait Dugaan Kasus Penipuan Oknum Sales"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)