Wanita Rugi Puluhan Juta Ditipu Oknum Sales Mobil, Dealer Harus Ikut Tanggung Jawab

Wanita Rugi Puluhan Juta Ditipu Oknum Sales Mobil, Dealer Harus Ikut Tanggung Jawab

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 07 Mar 2022 18:13 WIB
Jakarta -

Seorang wanita bernama Yunita Sari curhat di media sosial karena merasa ditipu oknum sales mobil di dealer Honda. Ia berniat membeli mobil tapi uangnya dibawa kabur oknum sales tersebut.

Yunita bercerita, dirinya melakukan transaksi pembelian mobil Honda Brio di dealer resmi Honda di MT Haryono, Jakarta. Dia melakukan transaksi dengan oknum sales yang memakai seragam lengkap dengan ID Card hingga kartu nama yang meyakinkan.

Yunita membeli unit Brio tipe E yang dijanjikan sales untuk di-upgrade menjadi tipe RS dengan penambahan body kit dan sebagainya. Diskon pun sudah disepakati. Dia percaya dengan skenario yang dibuat oleh oknum sales tersebut karena transaksi dilakukan di dalam dealer resmi dan dilakukan bersama sales berseragam lengkap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, transaksi dilakukan dengan transfer ke rekening pribadi. Nahas, DP yang ditransfer ke rekening pribadi ludes digondol oknum tersebut. Simak kronologi lengkapnya di berita berjudul "Viral Curhatan Konsumen Ditipu Sales saat Beli Mobil di Dealer Resmi Honda" di bawah ini.

Singkatnya, Yunita diminta untuk mentransfer DP sebesar total Rp 47 juta ke rekening pribadi. Dia juga diminta melakukan pelunasan sebesar Rp 134 juta ke rekening resmi dealer Honda.

ADVERTISEMENT

"Kalau Rp 134 juta masuk ke rekening Honda, dan rencananya akan di-refund dalam 21 hari, maksimal tanggal 18 Maret 2022," kata Yunita kepada detikcom, Senin (7/3/2022).

Oknum sales yang menipu Yunita dicari. Pihak dealer sudah mendatangi alamat sesuai KTP oknum sales tersebut, namun tidak ditemukan.

Menurut Yunita, dealer hanya akan mengembalikan Rp 134 juta sesuai nominal yang dikirimkan ke rekening resmi. Sementara Rp 47 juta yang ditransfer ke rekening pribadi melayang.

"Dealer bilang sudah bantu cari namun tidak ketemu yang bersangkutan di rumah sesuai KTP. Terus hanya bisa kembalikan Rp 134 juta sesuai yang masuk ke rekening Honda," sebutnya.

Namun, menurut Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) David Tobing, dari kejadian tersebut seharusnya pihak dealer juga bertanggung jawab. David bilang, uang Rp 47 juta yang ditransfer ke rekening pribadi harusnya dikembalikan juga oleh pihak dealer.

"Dealer tidak bisa lepas tangan terhadap uang yang sudah disetorkan ke rekening pribadi hasil dari bujuk rayu oknum karyawan. Tidak mengatakan bahwa itu bukan karyawannya. Kenapa pakai seragam, kenapa dibiarkan menawarkan mobil kalau bukan karyawan? Tidak ada alasan, dealer itu sudah lalai. Dalam hal ini mempekerjakan pihak yang seharusnya tidak di sana kalau memang betul dia bukan karyawan. Orang kalau kita mau masuk aja didata kok, siapa, mau apa. Masak orang lain dibiarkan saja," sebut David kepada detikcom melalui telepon, Senin (7/3/2022).

"Menurut saya, uang itu pun harus diganti kepada konsumen. Dealer yang tanggung karena dia mempekerjakan pihak yang menipu si konsumen," ucap David.

Sementara itu, David juga menegaskan bahwa ini menjadi pelajaran bagi konsumen. Menurutnya, proses transaksi pembelian mobil harus menggunakan SPK resmi yang dikeluarkan oleh dealer dan pembayaran ditujukan ke rekening resmi dealer.

"Dan harus PT yang sama, nggak boleh PT yang beda apalagi (rekening) pribadi," katanya.

(rgr/din)

Hide Ads