Rusia Invasi Ukraina: 3 Merek Mobil Terancam, Mercy Was-was Baru Investasi Pabrik Rp 4 T

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 24 Feb 2022 17:14 WIB
Rusia Lancarkan Operasi Militer di Ukraina, PBB Gelar Pertemuan Darurat
Rusia serang Ukraina berimbas pada industri otomotif Foto: DW (News)
Jakarta -

Russia benar-benar melakukan operasi militer di Ukraina. Tiga pabrik mobil bisa terancam, imbas sanksi dari sejumlah negara yang diberikan kepada Rusia.

Volkswagen, Renault, dan Stellantis semuanya memiliki pabrik atau pabrik perakitan di Rusia. Operasi pabrik bisa berisiko jika para pemimpin barat menjatuhkan sanksi keras Rusia.

Dikutip dari Automotive News Europe. Renault memiliki saham di AvtoVAZ, yang menjadikan Ladas, merek paling populer di Rusia. Renault juga memiliki pabrik kedua di dekat Moskow.

CEO Renault Luca de Meo mengatakan bahwa sebagian besar suku cadang untuk pabrik Lada bersumber secara lokal, yang seharusnya membantu mengisolasinya dari masalah produksi, tetapi CEO AvtoVAZ mengklaim perusahaan sedang menyelidiki pasokan alternatif microchip jika sanksi barat memengaruhi pengiriman ke Rusia.

VW Group dan Stellantis, sementara itu, keduanya memiliki pabrik di Kaluga, sebuah kota yang terletak 112 mil (180 km) barat daya Moskow yang telah menjadi pusat otomotif.

VW membangun Tiguan, Polo, dan Skoda Rapid, dan merakit SUV Audi Q7 dan Q8 di sana, sementara Stellantis dan Mitsubishi bersama-sama mengoperasikan pabrik untuk mengekspor van ke Eropa. Kota ini juga merupakan rumah bagi pemasok nama besar seperti Continental, Magna, dan Visteon.

VW, Renault, dan Stellantis mungkin menjadi pemain terbesar, dan dirugikan dari dampak sanksi apa pun. Tetapi mereka bukan satu-satunya pembuat mobil yang aktif di wilayah tersebut. Mercedes baru-baru ini menginvestasikan lebih dari $ 284 juta (sekitar Rp 4 triliunan) di pabrik untuk membangun E-Class dan SUV.

"Kami sangat prihatin dengan perkembangan terakhir dan berharap eskalasi lebih lanjut dapat dicegah," kata juru bicara Mercedes kepada Automotive News Europe.

"Tentu saja, kami juga mempertimbangkan sanksi yang berlaku dalam aktivitas bisnis kami dengan Rusia," tambahnya.

Simak Video 'Pasar Saham Asia Anjlok Imbas Serangan Rusia ke Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(riar/din)