Honda Mobil Curhat Sulit Penuhi Permintaan Konsumen Akibat Semikonduktor

ADVERTISEMENT

Honda Mobil Curhat Sulit Penuhi Permintaan Konsumen Akibat Semikonduktor

team detikOto - detikOto
Selasa, 15 Feb 2022 17:53 WIB
Pabrik Honda Samaya
Ilustras pabrik Honda Foto: Pool
Jakarta -

PT Honda Prospect Motor (HPM) Agen Pemegang Merek (HPM) Honda mobil di Indonesia menyampaikan hingga saat ini terus berupaya untuk bisa memenuhi pemesanan kendaraan di Indonesia. Meski demikian Honda masih kesulitan memenuhi semua permintaan konsumen akibat belum kurangnya pasokan chip semi konduktor.

Honda pun meminta untuk seluruh konsumen setianya untuk bisa memahami situasi yang ada dan bersabar. Seperti yang disampaikan Pubic Relation HPM, Yulian Karfili, pada ajang Diskotik (Diskusi Otomotif Terkini) yang digelar Forum Wartawan Otomotif, Selasa (15/2/2022).

"Semua sektor terdampak akibat pandemi (COVID-19) ini termasuk otomotif, yang menjadi perhatian saat pandemi hadir yaitu adanya pembatasan marketing dan aktivitas penjualan. Untung 2021 kondisi mulai membaik sebelum varian Delta hadir, diler sudah mulai beraktivitas, ekonomi membaik, market mulai berkembang, namun ada gelombang kedua Varian Delta sempat terhambat, secara keseluruhan 2021 market mulai membaik. Penjualan nasional di 2021 meningkat 49 persen mencapai 863.692 unit dan penjualan Honda meningkat 15 persen mencapai 91.393 unit," ujar Karfili.

"Meningkatnya market didukung oleh vaksin mulai berjalan jadi market lebih pede, dan salah satunya yang kami lihat Insentif PPnBM sangat berdampak untuk meningkatkan demand di market, tapi sayangnya meski market mulai kondusif, pandemi agak berdampak parah untuk global suplay chain," Karfili menambahkan.

Lelaki yang kerap disapa Arfi ini sangat menyayangkan akan kurangnya syplay chain yang dialami industri otomotif, karena ikut berdampak pada produksi mobil Honda di Indonesia dan membuat konsumen harus inden lama untuk setiap pemesanan kendaraannya.

Fasilitas pengetesan mesin (engine test bench) di pabrik PT. HPM, Karawang, Jawa Barat, Rabu (30/09/2015). Pembangunan fasilitas tersebut sebagai komitmen Honda untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi sekaligus mempercepat proses lokalisasi komponen untuk produk-produk Honda di Indonesia. Selain engine test bench HPM juga akan memiliki crankshaft factory yang sedang dalam tahap pembangunan. Grandyos Zafna/detikcomFasilitas pengetesan mesin (engine test bench) di pabrik PT. HPM, Karawang, Jawa Barat, Rabu (30/09/2015). Pembangunan fasilitas tersebut sebagai komitmen Honda untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi sekaligus mempercepat proses lokalisasi komponen untuk produk-produk Honda di Indonesia. Selain engine test bench HPM juga akan memiliki crankshaft factory yang sedang dalam tahap pembangunan. Grandyos Zafna/detikcom Foto: Grandyos Zafna

"Sayang sekali di tengah permintaan otomotif yang tengah menanjak, masih ada masalah akibat global suplay chain. Ada permintaan satu produk yang meningkat, tapi kekurangan tenaga kerja, logistik terbatas, dan perubahan kebutuhan konsumen, pandemi ini sangat terasa. Saat ini orang beraktivitas dengan platform digital menggunakan handphone dan laptop sangat meningkat. Barang-barang elektronik ini membutuhkan chip yang sama dengan otomotif yaitu chip semikonduktor, sehingga membuat kelangkaan IC Chip," cerita Arfi.

"Ini yang membuat Honda kesulitan produksi, karena beberapa produk bahkan hampir seluruh produk kami membutuhkan chip semikonduktor. Semua fitur yang menggunakan elektronik, semakin tinggi teknologinya pasti menggunakan chip, semua model yang diproduksi di Indonesi dari Honda Brio hingga Honda CR-V sudah banyak menggunakan chip semikonduktor. Honda Brio saja sudah banyak menggunakan chip semi konduktor." Arfi menambahkan.



Simak Video "Bukan LCGC atau MPV, Masa Depan Mobil di Indonesia Bergerak ke SUV"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT