Meski Krisis Chip Semikonduktor, Toyota Masih Menjadi Raja Otomotif Dunia

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Kamis, 20 Jan 2022 16:15 WIB
Logo Toyota terlihat di diler AutoNation Toyota di California
Logo Toyota Foto: Reuters/Mario Anzuoni
Jakarta -

Meski banyak halangan, tahun 2021 dipastikan masih menjadi milik Toyota sekaligus menjadikan mereka sebagai rajanya otomotif dunia. Toyota berhasil meraih peringkat teratas dalam penjualan mobil secara global pada tahun 2021. Pabrikan asal Jepang ini sukses meraih capaian tersebut meski di tengah hantaman krisis chip semikonduktor.

Dilansir dari Kyodo, walau Toyota berhasil meraih peringkat pertama namun penjualannya secara global mengalami penurunan hingga 4,5 persen, menjadi 8,88 juta unit kendaraan pada periode Januari-November 2021. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka tersebut lebih rendah dari capaian yakni sebesar 9,56 juta unit mobil.

Sebagai catatan, penjualan kendaraan Toyota termasuk yang dijual oleh perusahaan dari grupnya yakni Daihatsu dan produsen truk Hino Motors Ltd.

Meski begitu, Toyota selama dua tahun berturut-turut berhasil meraih predikat tersebut, mampu mengalahkan merek Volkswagen AG yang berada di urutan kedua dalam angka penjualan mobil tertinggi secara global.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan pengapalan kendaraan untuk ekspor ke berbagai negara di IPC Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (8/3).PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan pengapalan kendaraan untuk ekspor ke berbagai negara di IPC Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (8/3). Foto: Ari Saputra

Penjualan kendaraan dari Volkswagen di pasar otomotif Eropa Barat mengalami penurunan hingga 2,7 persen menjadi 2,86 juta unit. Sementara penjualan di pasar China juga turun sebesar 14,1 persen menjadi 3,30 juta unit. Penjualan mobil tersebut juga termasuk dari merek Audi dan Porsche.

Keberhasilan Toyota dalam memimpin penjualan mobil secara global tak lepas dari sejumlah gangguan, seperti rantai pasokan chip semikonduktor yang langka. Namun, Toyota tetap melanjutkan produksi mobil di pabrik meski angka penjualannya turun.

Berbeda dengan pabrikan lain seperti Volkswagen, pabrikan asal Jerman tersebut harus menghentikan sementara waktu sejumlah produksi mobil di berbagai pabrik akibat kekurangan pasokan chip. Alhasil, faktor ini mempengaruhi penjualan mobil di sejumlah negara.

Meski diterpa krisis chip, namun penjualan kendaraan listrik hampir naik dua kali lipat menjadi 452.900 unit. Sedangkan untuk kendaraan listrik plug-in hybrid naik mencapai 60 persen menjadi 309.500 unit.



Simak Video "Diterpa Badai Krisis, Toyota Pangkas Produksi Hingga 65 Ribu Kendaraan"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)