ADVERTISEMENT

Diskon PPnBM Diperpanjang, Efek Positifnya Berlipat-lipat

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 19 Jan 2022 07:36 WIB
Kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) cukup mendongkrak kinerja industri otomotif. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka pameran GIIAS 2021 Kamis (11/11/2021).
Diskon PPnBM dipercaya dapat membangkitkan industri otomotif. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemerintah memperpanjang program diskon PPnBM atau disebut PPnBM DTP (Pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah). Setelah sukses pada 2021, diskon PPnBM ini dilanjutkan tahun 2022.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan bahwa program relaksasi pajak ini telah membantu membangkitkan industri otomotif Indonesia. Kemenperin mencatat, penjualan mobil peserta PPnBM DTP tahun lalu pada periode Maret-Desember 2021 mencapai 519 ribu unit atau meningkat sebesar 113% (275 ribu unit) dari periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini berkontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan industri alat angkutan pada triwulan II dan III tahun 2021 masing-masing sebesar 45,2% (yoy) dan 27,8% (yoy).

Selain itu, dalam proses manufakturnya peserta program PPnBM DTP telah melibatkan sebanyak 319 perusahaan industri komponen Tier 1, tentunya hal ini mendorong peningkatan kinerja industri komponen Tier 2 dan 3 yang sebagian besar termasuk kategori industri kecil dan menengah (IKM).

"Dengan perpanjangan insentif PPnBM DTP tahun 2022 akan menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri komponen otomotif termasuk IKM," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/1)..

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales (pabrik ke dealer) dan retail sales (dealer ke konsumen) meningkat signifikan. Pertumbuhannya mencapai 66,6% untuk penjualanwholesalesdan 49,2% (yoy) untuk ritel. Jumlah penjualan mobil (wholesales) sepanjang 2021 tercatat mencapai 887.200 unit dan penjualan ritel mencapai 863.359 unit.

Menurut Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto dampak dari insentif PPnBM tak bisa dianggap remeh. Apalagi, industri otomotif menjadi salah satu penyumbang perekonomian untuk negara hingga penyediaan lapangan kerja.

"Lihat saja dari angka penjualan sebelum dan sesudah Maret 2021, pengaruh PPnBM DTP sangat besar. Kami telah memberikan masukan-masukan kepada pemerintah melalui Kemenperin," ujarnya.

Gaikindo menargetkan penjualan mobil pada 2022 mencapai 900 ribu unit. Sebenarnya angka itu masih lebih rendah dibanding penjualan mobil saat kondisi normal sebelum pandemi COVID-19 yang mencapai 1 juta unit per tahun.

Menurutnya, insentif PPnBM DTP untuk mobil juga akan berdampak pada pencapaian penjualan pada tahun ini. Apalagi, insentif PPnBM sejatinya tak hanya memberi benefit kepada industri otomotif. Industri penunjang kendaraan bermotor, masyarakat, hingga pemerintah dinilai merasakan manisnya pembebasan pajak tersebut.



Simak Video "Diskon PPnBM Diperpanjang, Apa Sih Untungnya Buat Negara?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT