ADVERTISEMENT

Perpanjangan Diskon PPnBM Dinanti-nanti, Kapan Diterbitkan?

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 16 Des 2021 14:00 WIB
All New Honda BR-V
Pabrikan berharap wacana perpanjangan diskon PPnBM mobil baru segera diterbitkan peraturannya.(Dok. HPM)
Jakarta -

Pemerintah sedang mengkaji rencana untuk memperpanjang masa diskon PPnBM 100% pembelian mobil baru pada tahun depan. Tak ingin berlama-lama, pabrikan mobil berharap aturan itu segera diputuskan sebelum pergantian tahun supaya mereka lebih siap menyongsong 2022.

Kebijakan PPnBM DTP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah) alias diskon PPnBM 100% terbukti sangat membantu industri otomotif untuk bangkit di tengah pandemi COVID-19.

Sebagai informasi, rata-rata penjualan mobil baru di Indonesia yakni sekitar 95 ribu unit sebelum terjadi pandemi, lantas turun drastis di angka 5 ribu unit (Mei 2020), hingga kini sudah mencapai 85 ribu unit (Oktober 2021). Sedikit banyak, pemulihan itu dibantu adanya diskon PPnBM 100%.

Sedianya program diskon PPnBM 100% tersebut akan berakhir pada Desember 2021 ini. Namun pemerintah melontarkan wacana untuk memperpanjang kebijakan tersebut. Bahkan, pemerintah memiliki rencana untuk menjadikan program diskon PPnBM 100% sebagai kebijakan yang permanen.

Ya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa PPnBM DTP sedang diusulkan untuk dibuat permanen, namun dengan syarat local purchase atau komponen lokal yang harus dipenuhi sebuah produk mobil minimal 80%.

"(Jadi) pemerintah sedang mempersiapkannya secara berhati-hati dengan memperhitungkan cost and benefit, serta menyusun time frame-nya," ujar Agus Gumiwang dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, sangat setuju dengan rencana pemerintah untuk membuat diskon PPnBM 100% menjadi permanen karena hal itu akan sangat membantu pemulihan ekonomi nasional.

"Local content 80% (untuk PPnBM DTP permanen) itu kan masih wacana. Kita belum tahu seperti apa aturan detailnya. Tapi rencana seperti itu, bagus ya. Ke depannya, kalau memakai produk dalam negeri, berarti pertumbuhan ekonomi kan akan cepat ya. Banyak yang kena dampak positif. Terus harga juga akan berkompetisi karena local content yang tinggi dan volume yang besar. Kita yakin pemerintah pasti kebijakannya sangat mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Billy kepada wartawan di Jakarta (15/12/2021).

Di sisi lain Billy juga berharap jika pemerintah benar-benar ingin merealisasikan rencana itu, maka sehendaknya diputuskan dalam waktu secepat mungkin. Hal itu supaya pabrikan bisa menetapkan pricing yang tepat untuk bulan Januari 2022.

"Kami berharap banget aturan (perpanjangan diskon PPnBM 100%) itu keluar di Desember (2021). Nanti di Januari 2022, kita tinggal menetapkan harga baru. Kalau keluarnya telat, nanti kejadian yang kayak tanggal 16 Oktober (2021), (akhirnya) kita hold dulu," terang Billy.

Sebelumnya Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandi, juga berharap pemerintah mau memperpanjang masa PPnBM DTP ini. Menurut Anton, diskon PPnBM menguntungkan banyak pihak, dari sektor industri otomotif hingga konsumen yang mendapat harga beli mobil lebih miring.

"Dan kita juga sampaikan, tidak hanya di Indonesia, di negara lain pun memberikan subsidi seperti ini. Bahkan di Malaysia, sudah confirm melanjutkan sampai pertengahan tahun depan (2022) dan itu sangat mendukung pastinya untuk industri," ucap Anton di Bali belum lama ini.

"Dan melihat kondisi pandemi yang mungkin ya, saya bukan ahli kesehatan, yang mungkin masih berlanjut, ada mungkin varian baru, dan lain sebagainya. Saya rasa mungkin bisa jadi pertimbangan pemerintah juga ya untuk men-support ekonomi," tutup Anton.

(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT