Laris Manis Bak Kacang Goreng, Suzuki Celerio Dipesan 15 Ribu Unit Sebulan

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 14 Des 2021 19:49 WIB
Suzuki Celerio
Suzuki Celerio. Foto: Dok. Maruti Suzuki India
Jakarta -

Suzuki Celerio model terbaru langsung mendapatkan respons positif dari konsumen di India. City car berharga di bawah Rp 100 juta (dalam kurs rupiah) itu terpesan belasan ribu unit sebulan setelah diperkenalkan.

Maruti Suzuki India akhirnya memperbarui Celerio. Mobil ini merupakan salah satu hatchback terpopuler di India sejak diperkenalkan pertama kali tahun 2014 silam. Celerio banyak diburu konsumen karena harganya yang murah dan sudah dibekali pilihan transmisi otomatis.

Nah di tahun ini Suzuki India menghadirkan generasi terbaru Celerio. Dan sesuai dugaan, mobil ini langsung laris manis terjual seperti larisnya kacang goreng.

Dikutip dari Motoroids, Suzuki Celerio 2021 yang diluncurkan pada 10 November 2021 lalu di India, hingga kini telah terjual atau terpesan sekitar 15.000 unit. Kendati Suzuki mengatakan bakal meningkatkan produksi Celerio pada bulan Desember, Celerio tetap memiliki masa tunggu yang cukup panjang, hingga selama 12 minggu.

Sebagai informasi, All New Suzuki Celerio 2021 tampil lebih segar dengan desain lebih sporty dan banyaknya aksen hitam, seperti pada bagian bumper depan, serta area velg.

Kendati bentuknya mungil, city car ini telah dilengkapi sejumlah fitur modern dan canggih, seperti engine start/stop button, headunit dengan layar sentuh, termasuk fitur Hill Hold Assist, ABS dengan ABD, termasuk dual airbags, serta reverse parking sensors.

Di India, mobil ini dibanderol mulai dari INR 499.000 (Rp 95 Juta), hingga yang termahal INR 694.000 atau setara dengan Rp 132,2 juta. All New Suzuki Celerio dijual dalam 7 varian.

Apakah nantinya Suzuki Celerio juga akan dipasarkan di Indonesia?

Dikatakan Head of Product Development & Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donel, saat ini Suzuki Celerio merupakan produk mobil yang khusus dibuat untuk pasar India. Namun tidak menutup kemungkinan model itu diekspor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

"Apakah possibility-nya bisa masuk ke Indonesia? Sebenarnya semuanya open (terbuka kemungkinan) untuk bisa kita bawa ke Indonesia. Cuma apakah preferensi produk itu cocok atau tidak untuk market Indonesia, nah itu harus kita pelajarai terlebih dahulu," kata Harold di Tangerang, belum lama ini.

(lua/lth)