Ada Kasus Pelecehan Seksual di Pabrik, Tesla Digugat Karyawannya Sendiri

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Selasa, 14 Des 2021 13:22 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Tesla digugat karyawannya atas dugaan kasus pelecehan seksual. Foto: AP Photo/Ben Margot
California -

Tesla mendapat gugatan dari seorang karyawan wanita yang mengaku telah mengalami pelecehan seksual saat bekerja di pabrik mobil listrik tersebut. Hal ini menambah daftar pekerja wanita yang mengalami kasus pelecehan seksual saat tengah bekerja di pabrik.

Dilansir dari Carscoops, wanita tersebut bernama Erica Cloud. Dirinya bekerja pada divisi perakitan mobil listrik di salah satu pabrik Tesla di Amerika Serikat.

Cloud menuntut mantan manajer dan sejumlah staf di pabrik Tesla lantaran sering melakukan tindakan pelecehan seksual kepada dirinya. Tak tinggal diam, Cloud melakukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Alameda County di California, Amerika Serikat.

Cloud bilang sang manajer sering melakukan tindakan pelecehan seperti memeluk dan memijat dirinya sambil mengutarakan pernyataan kasar dan sugestif. Hal ini membuat Cloud merasa tidak nyaman dan akhirnya melaporkan hal tersebut. Tidak hanya itu, saat Cloud akan melaporkan hal itu kepada tim sumber daya manusia (SDM) Tesla, dirinya justru mendapat pembalasan serupa dari manajer lain.

Cloud pun tak tahan, akhirnya dia mengajukan gugatan kepada Tesla karena telah gagal mencegah, melindungi, dan mengambil tindakan korektif atas dugaan pelecehan seksual yang dialaminya saat bekerja di pabrik.

Ini bukan kali pertama Tesla mendapat gugatan dari karyawannya sendiri. Kurang dari satu bulan lalu seorang pekerja juga menuntut Tesla. Wanita bernama Jessica Barraza menggugat perusahaan mobil listrik asal AS tersebut karena mendapat tindakan pelecehan seksual saat bekerja.

"Hampir setiap hari selama tiga tahun ke belakang, saya dan sejumlah rekan kerja perempuan lainnya sering kali dijadikan objek, diancam, dan disentuh saat bekerja di pabrik," kata Barraza beberapa waktu lalu.

"Saya ingin datang untuk bekerja, melakukan pekerjaan saya, dan menghidupi keluarga saya tanpa harus menanggung pelecehan seksual terus-menerus. Saya merasa tidak dihormati, terhina, dan punya rasa trauma," ungkapnya.

Barraza juga mengungkapkan bahwa tidak ada tindakan apa pun yang diambil oleh divisi SDM Tesla terkait kejadian pelecehan seksual yang dialaminya. Hingga pada akhirnya, Barraza membuat laporan pelecehan seksual kepada pihak kepolisian.

Tidak hanya kasus pelecehan seksual, seorang pria bernama Owen Diaz yang bekerja di salah satu pabrik Tesla pernah mendapat kasus rasisme selama beberapa tahun. Diaz kemudian menggugat Tesla ke pengadilan federal di San Francisco.

Diaz juga sudah menyampaikan masalah rasis ini ke bagian manajemen perusahaan, namun Tesla tidak melakukan tindakan apa pun terkait kasus rasisme yang dialami Diaz. Akibatnya, Tesla didenda sebesar US$ 137 juta atau setara Rp 1,9 triliun.



Simak Video "Tesla Telepon Mau Investasi di Indonesia, Luhut: Eits...Nanti Dulu"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)