Tahun 2040 Honda Cuma Jualan Mobil Listrik di Indonesia

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 30 Nov 2021 17:24 WIB
Platform dan baterai ultium mobil listrik Honda
Tahun 2040, 100% kendaraan Honda di dunia adalah kendaraan listrik dan hidrogen. Foto: Pool (Autoevolution)
Jakarta -

Honda bersiap menuju elektrifikasi kendaraan. Sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia, Honda juga akan menghapus kendaraan berbahan bakar fosil dalam beberapa tahun mendatang.

Itu merupakan komitmen Honda secara global. Artinya, termasuk Indonesia, Honda hanya akan menjual kendaraan ramah lingkungan dalam beberapa tahun mendatang.

"Honda tuh komit ya dengan elektrifikasi. Kan 2030 40% secara global elektrifikasi, 2035 80%, 2040 misi Honda 100% elektrifikasi. Jadi kita komit terhadap elektrifikasi tentunya," kata Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy.

Dalam rencana masa depannya, Honda berusaha meningkatkan rasio kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) dan kendaraan listrik sel bahan bakar (FCV/hidrogen). Setidaknya 40% kendaraan yang dijual di pasar utama di dunia pada 2030 merupakan kendaraan elektrifikasi, kemudian meningkat menjadi 80% di tahun 2035 dan tahun 2040 secara global 100% kendaraan yang dijual Honda adalah kendaraan ramah lingkungan berupa kendaraan listrik BEV dan FCV. Artinya, tahun 2040 Honda tak lagi jualan mobil bermesin bensin.

Itu juga termasuk Indonesia. Namun, Billy menegaskan untuk pasar Indonesia, Honda melakukan transisi ke elektrifikasi kendaraan secara bertahap.

"Semua elektrifikasi di dalamnya ada hybrid, ada fuel cell, ada battery. (Tahun) 2040 sih fuel cell dan battery ya kalau melihat visi misi Honda. Kalau di Indonesia sekali lagi kita benar-benar pelajari kebutuhan konsumen di sini, jadi bertahap. Kita pelajari terus sesuai dengan infrastruktur yang ada, kebutuhan konsumen, apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen di Indonesia," ucapnya.

Pemerintah Indonesia sendiri gencar memberikan dukungan terhadap kendaraan listrik. Salah satunya adalah dengan menerbitkan peraturan mengenai pajak kendaraan listrik yang lebih murah. Misalnya, mobil listrik berbasis baterai dan FCV diberikan PPnBM 0% dan mobil hybrid diberikan PPnBM 6%, lebih rendah daripada kendaraan konvensional.

Dengan semakin murahnya pajak kendaraan ramah lingkungan, Honda menyambut baik peraturan tersebut. Billy mengatakan, pihaknya melakukan studi tentang teknologi yang cocok untuk Indonesia.

Sementara itu, pemerintah juga menetapkan peta jalan menuju 2060 di mana kendaraan konvensional akan dikurangi porsinya, bahkan tidak dijual lagi. Targetnya, akan ada 2 juta kendaraan roda empat dan 13 juta roda dua bertenaga listrik.

Selanjutnya pada 2036-2040 dilakukan pengurangan penjualan kendaraan roda dua konvensional. Dari 2041 hingga 2045, penjualan kendaraan roda empat konvensional juga akan berkurang.

Menurut roadmap atau peta jalan yang dirancang, pemerintah menargetkan akan menyetop penjualan sepeda motor konvensional (bensin) di tahun 2040 dan mobil konvensional (bensin dan diesel) di tahun 2050.



Simak Video "Berkat Diskon PPnBM, Penjualan Honda di GIIAS Tembus 1.511 Unit"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)