Jangan Cuma Jadi Pasar, Indonesia Harus Jadi Produsen Mobil Listrik

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Rabu, 24 Nov 2021 16:21 WIB
Mitsubishi Pamer Mobil Listrik di IEMS 2021
Moeldoko berharap Indonesia bisa jadi produsen kendaraan listrik. Foto: Dok. MMKSI
Jakarta -

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko berharap Indonesia segera beralih menggunakan kendaraan listrik dalam waktu dekat. Tak hanya itu, Moeldoko berharap Indonesia tidak hanya jadi pasar kendaraan listrik saja, namun juga pusat pengembangan teknologi mobil listrik yang canggih.

Kendaraan listrik saat ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi emisi karbon yang berdampak di masa depan. Sejumlah produsen otomotif bahkan telah menyatakan niatnya untuk setop menjual mobil berbahan bakar bensin.

Tak hanya itu, sejumlah negara di dunia juga telah melarang penggunaan kendaraan mesin pembakaran internal di jalan raya. Paling nyata adalah Norwegia yang siap menghentikan penjualan mobil ICE dan beralih menggunakan listrik pada 2022 mendatang.

Begitu pun dengan Indonesia, Moeldoko mengaku jika saat ini pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Tanah Air.

"Saat ini ekosistem KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) di Indonesia masih belum terbentuk, untuk itu pembangunannya harus dilakukan dari sekarang juga sesuai dengan arahan Presiden. Karena kalau tidak dilakukan sekarang, kapan lagi," kata Moeldoko dalam acara pembukaan Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021, Rabu (24/11/2021).

Moeldoko berharap, dalam beberapa tahun ke depan Indonesia tidak hanya menjadi pasar dari kendaraan listrik, namun juga produsen dan mengembangkan teknologi mobil listrik sendiri yang tak kalah saing dengan merek ternama.

Namun, untuk sampai ke tujuan tersebut ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan seiring pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Tidak hanya membangun pabrik, namun juga memperhatikan aspek lainnya seperti lingkungan dan sumber daya manusia.

"Aspek pertama adalah lingkungan dan konservasi, lalu kedua aspek efisiensi dan ketahanan energi, sementara ketiga aspek peningkatan kapasitas industri dan juga kemampuan daya saing nasional. Sehingga pada akhirnya, kemampuan kita dalam menciptakan teknologi terus meningkat," ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodya GL Kalake mengungkapkan, saat ini Indonesia telah memiliki sejumlah kendaraan listrik nasional. Selain sepeda motor Gesit, hadir juga kendaraan umum seperti bus listrik.

"Indonesia saat ini telah memiliki berbagai produsen kendaraan listrik lokal seperti bus listrik E-Inobus yang dihasilkan oleh INKA, lalu ada juga city bus listrik yang diproduksi oleh Mobil Anak Bangsa," ujar Ayodya.

Lebih lanjut, Ayodya berharap ke depannya kendaraan listrik dapat segera diperbanyak. Tidak hanya digunakan untuk transportasi umum, tapi juga digunakan oleh masyarakat sebagai kendaraan pribadi.

"Adanya Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang KBLBB diharapkan akan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah di dalam meningkatkan mobilitas dan juga lingkungan hidup yang bebas polusi," pungkasnya.



Simak Video "Dilema Mobil Listrik: Ramah Lingkungan, Tapi Jutaan Pekerjaan Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)