Strategi Hyundai Menuju Nol Karbon: Mobil Listrik hingga Hidrogen

Nurcholis Maarif - detikOto
Rabu, 24 Nov 2021 11:27 WIB
Tak sampai setahun ke depan Indonesia sudah akan menjadi produsen mobil listrik. Mobil listrik perdana itu akan lahir dari pabrik Hyundai yang berlokasi di Karawang.
Kendaraan listrik Hyundai Ioniq Electric. Foto: Dok. Detikcom
Jakarta -

Hyundai Motor Group (HMG) menargetkan nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) dalam seluruh rantai produksinya di dunia pada tahun 2045. Hal itu diumumkan pabrikan asal Korea Selatan tersebut dalam konferensi IAA Mobility di Munich, Jerman pada September 2021 lalu.

Terbaru, Hyundai menggandeng BTS membuat challenge di TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts dengan tema kesadaran netralitas karbon. Kampanye ini ditujukan untuk generasi milenial dan Z untuk lebih sadar akan lingkungan.

Hyundai memiliki lima fokus untuk mencapai target nol emisi karbon di tahun 2045. Mulai dari produksi mobil listrik hingga mengampanyekan aktivitas sosial tentang pentingnya netralitas karbon.

1. Produksi Kendaraan Listrik

Hyundai menargetkan 100% elektrifikasi kendaraannya pada tahun 2035 untuk pasar Eropa dan tahun 2040 untuk pasar global. Salah satu strateginya dengan berinvestasi dalam platform teknologi dan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di berbagai negara.

Di Indonesia, Hyundai Motor Indonesia baru saja membangun pabrik kendaraan listrik di Cikarang, Jawa Barat. Hyundai membawa dua lineup mobil listrik (Electric Vehicle/EV) andalannya ke Indonesia sekaligus yaitu KONA Electric dan IONIQ Electric. Hyundai juga telah membuat charging station atau stasiun pengisian daya untuk mobil listrik di lebih dari 100 lokasi.

2. Pengembangan Bahan Bakar Hidrogen

Selain kendaraan listrik, Hyundai juga sedang mengembangkan kendaraan dan bisnis dengan sumber energi berbahan bakar hidrogen. Hyundai dan Departemen Energi AS telah meneken MoU dalam pengembangan bahan bakar hidrogen.

Selain itu, Hyundai juga sedang membangun pabrik hydrogen fuel cell system 'HTWO Guangzhou; di Guangzhou, China yang direncanakan rampung tahun 2022. Beberapa langkah itu dilakukan untuk mengamankan energi terbarukan dengan RE100.

3. Pabrik Ramah Lingkungan

Seluruh pabrik Hyundai akan beralih menggunakan bahan bakar energi terbarukan seperti hidrogen dalam proses manufaktur maupun produksinya. Ini juga berlaku di pabrik-pabrik anggota Hyundai Motors Group seperti KIA, Hyundai Mobis, Hyundai Wia, dan Hyundai Trasys.

4. Rantai Pasok Bahan Baku

Hyundai akan memantau, memberi pedoman, dan mempromosikan kepada pihak ketiga yang menyediakan bahan baku pembuatan kendaraan yang diproduksinya. Ini agar target netralitas karbon tercapai di tahun 2045.

5. Daur Ulang

Sejak tahun 2012, Hyundai telah menerapkan teknologi Carbon Capture Utilization & Storage atau CCUS yang dapat menangkap dan menangani emisi karbon yang dilepaskan mobil berbahan bakar fosil di Korea. Selain itu, Hyundai meningkatkan daur ulang mobil hingga baterai yang sudah habis untuk mengurangi limbah.

Di Indonesia, Hyundai Motors Indonesia sedang mengampanyekan 'Driving Meaningful Innovation' usai peresmian pembangunan pabrik di Cikarang. Kampanye ini didedikasikan untuk melahirkan berbagai macam inovasi dalam dunia otomotif, termasuk mobil listrik yang notabene belum dilakukan pabrikan lainnya di Indonesia.

Temukan informasi lainnya mengenai Hyundai di hyundai.com serta ikuti akun media sosialnya di Instagram (@hyundaimotorindonesia), Facebok (Hyundai Motors Indonesia), Twitter (@hyundaimotorid), dan YouTube (Hyundai Motors Indonesia) untuk berita terbarunya atau cek di sini.



Simak Video "Hyundai Pamer Mobil Listrik Ioniq 5 di Jakarta, Kapan Dijualnya?"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/rgr)