ADVERTISEMENT

Hore.. Diskon PPnBM Mobil Baru Bisa Saja Dilanjutkan

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 17 Nov 2021 14:37 WIB
Jakarta -

Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) akan berakhir pada Desember 2021. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan kebijakan ini bisa dilanjutkan tahun depan.

"Satu hal yang saya ingin sampaikan juga tadi bapak Presiden menyampaikan bahwa program PPnBM yang akan berakhir sampai Desember 2021 ini bisa saja dievaluasi oleh pemerintah," kata Agus di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2021, ICE-BSD, Tangerang, Rabu (17/11/2021).

Meski tengah memberikan relaksasi dengan menghilangkan pendapatan dari pungutan PPnBM, Agus mengatakan efek multiplier bisa dirasakan pada industri pendukungnya.

Sebab PPnBM biasanya dibebankan kepada konsumen. Sedangkan pemerintah bisa mendapatkan pungutan pajak lain, misalnya Pajak Penghasilan (PPh) yang meningkat seiring dengan penjualan mobil.

Dengan meningkatnya angka penjualan mobil, potensi pajak lain yang diterima pemerintah juga bisa datang dari penerbitan STNK dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

"Kita bisa lihat karena perhitungan cost, benefitnya ada. Pemerintah pajak luxury tax berkurang, tapi ada benefit di tempat lain. Itu kalau kita hitung 6 kali lipat benefitnya, dari industri pendukung," kata Agus.

Saat ini relaksasi masih berlangsung hingga Desember 2021 meliputi PPnBM Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc, PPnBM DTP 50% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc, serta PPnBM DTP 25% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc.

Kehadiran relaksasi PPnBM turut dirasakan bagi industri otomotif. Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan imbas PPnBM cukup terasa, bahkan target penjualan hingga akhir tahun pun ditingkatkan lebih banyak 100 ribu unit dari tujuan sebelumnya, atau menjadi 850 ribu unit.

"(PPnBM) sangat berpengaruh, kalau kita lihat tahun lalu dibandingkan tahun ini, itu kita tumbuh 68 persen. Sangat tinggi," kata Nangoi beberapa waktu yang lalu.

"Tahun lalu itu 3 bulan pertama belum ada COVID-19. Tapi tahun ini kita full COVID-19. Tapi penjualan kita lebih baik 68 persen," tambah dia.

(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT