Pemerintah Alokasikan Rp 3 T buat Diskon PPnBM, Menperin: Hasilnya Memuaskan

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 16 Nov 2021 12:32 WIB
Kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) cukup mendongkrak kinerja industri otomotif. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka pameran GIIAS 2021 Kamis (11/11/2021).
Ilustrasi PPnBM DTP Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Kementerian Perindustrian menyampaikan suksesnya program PPnBM DTP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah) untuk menumbuhkan industri otomotif. Hasilnya nilai tambah pada industri otomotif diperkirakan mencapai Rp 19 triliun per tahun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa industri otomotif memiliki multiplier effect. Diskon PPnBM atau PPnBM DTP ini dinilai berhasil menstimulus pasar otomotif.

"Disampaikan pak Menko. Pemerintah sudah chip in mengalokasikan Rp 3 triliun, dan bisa mendapatkan benefit, menciptakan multiplier, atau nilai tambah sebesar Rp 19 triliun," kata Agus dalam acara Gaikindo Indonesia Automotive Conference, Selasa (16/11/2021).

Agus juga membeberkan tahun ini penjualan otomotif membaik dibandingkan 2020. Salah satunya berkat relaksasi PPnBM DTP yang dimulai pada Maret 2021, kemudian dipepanjang sampai akhir tahun.

"Dampak (penerapan relaksasi) PPnBM dari berbagai sektor adalah pertumbuhan industri alat angkut pada triwulan ketiga menunjukan angka yang sangat memuaskan, yaitu 27,84 persen, di mana pertumbuhan dua digit dicetak oleh industri alat angkut selama dua triwulan berturut-turut," kata Agus.

"Kenaikan penjualan hampir 50 persen dibandingkan tahun lalu. Pada periode Januari - September 2021 penjualan retail seperti yang dilaporkan Gaikindo mencapai 600 ribu unit. Naik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, 470 ribu unit," ujar Agus.

Agus menjelaskan pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan membawa dampak yang luas bagi sektor industri lainnya. Sebab dalam industri otomotif memiliki rantai pasok yang menyerap tenaga kerja hingga 1,5 juta. Khusus roda empat atau lebih, nilai investasinya kini mencapai Rp 71 triliun.

"Industri otomotif sebagai kontribusi utama pada alat angkutan telah memiliki 21 industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan nilai investasi sebesar Rp 71,35 triliun, kapasitas produksi 23 juta unit per tahun, dan menyerap tenaga kerja yang langsung 38 ribu, dan 1,5 juta di sepanjang rantai nilai industri otomotif," kata Agus.



Simak Video "Menperin Agus Gumiwang Yakin 25 Ribu Mobil Terjual di GIIAS 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)