Tanpa Diskon PPnBM 100%, Gimana Nasib Penjualan Mobil Tahun Depan?

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 22 Okt 2021 15:59 WIB
Toyota Avanza Bandung
Nasib penjualan mobil kala diskon PPnBM 100% berakhir pada tahun ini. Foto: Faidah Umu Safuroh/detikcom
Jakarta -

Pemerintah memberi relaksasi kepada industri otomotif, dengan skema diskon PPnBM 100% untuk pembelian mobil baru. Kebijakan ini membuat harga jual mobil baru jadi lebih murah, dan terbukti meningkatkan penjualan kendaraan di masa pandemi virus Corona (Covid-19). Lalu bagaimana ya nasib penjualan mobil di tahun depan ketika kebijakan ini tidak berlaku lagi?

Sekadar informasi, pemerintah menerapkan diskon PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) 100% untuk mobil-mobil tertentu sejak bulan Maret 2021. Mulanya program ini hanya direncanakan berjalan tiga bulan dan perlahan-lahan akan mulai dikurangi besaran diskonnya. Tapi karena respons pasar yang sangat bagus, program ini akhirnya diperpanjang terus, hingga Desember 2021.

Direktur Pemasaran Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, mengapresiasi langkah pemerintah yang dengan berani menerapkan program diskon PPnBM ini. Program ini disebut sukses mendongkrak penjualan mobil yang turun drastis sepanjang 2020 karena dihantam pandemi.

"Jadi tahun ini awalnya kita prediksi sama Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) kan 750 (ribu unit) ya, tapi rasanya kalau melihat market sekarang akan over (lebih) dari 800 (ribu unit)," bilang Anton kepada wartawan, di Edutown BSD City, Tangerang Selatan, belum lama ini.

Menurut data Gaikindo, sepanjang Januari-Desember 2020, angka penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil tercatat 532.027 unit atau turun sekitar 48% dari penjualan di Januari-Desember 2019. Nah, tahun 2021 ini, penjualan mobil Indonesia kembali bergairah seiring menurunnya kasus Covid-19, serta kebijakan diskon PPnBM dari pemerintah yang membuat harga mobil jadi lebih murah.

Sebagai informasi, sepanjang Januari-September 2021, angka penjualan wholesales sudah mencapai 627.537 unit. Dengan sisa tahun 2021 tinggal tiga bulan lagi, ditambah adanya rencana menggelar pameran otomotif GIIAS 2021 pada November mendatang, maka penjualan mobil tahun ini bakal lebih terdongkrak lagi.

Nah, jika nantinya kebijakan diskon PPnBM ini tidak berlanjut di tahun 2022, apakah penjualan mobil bakal lesu lagi seperti di tahun 2022?

"Tahun depan, meski nggak ada diskon PPnBM, harapan kita masih di angka segitu (800 ribuan unit). Tapi dengan catatan bahwa ekonomi dan pandeminya memang sesuai dengan yang kita harapkan. Ekonominya naik, pandeminya juga stabil, nggak up and down lagi," sambung Anton.

Kemudian jika nantinya program diskon PPnBM mobil baru dilanjutkan tahun depan, Anton memprediksi penjualan mobil akan mengarah ke angka 900 ribuan unit, dan belum akan mencapai angka 1 juta unit seperti pencapaian sebelum masa pandemi.

(lua/din)